Teknologi

Anbernic RG 55G1, Handheld Android Pertama dengan Snapdragon

Anbernic akhirnya rilis handheld Android berchipset Snapdragon lewat RG 55G1, lengkap dengan layar Full HD, kontrol Hall Effect, dan dukungan puluhan emulator.

1 jam yang lalu · 3 mnt baca
Anbernic RG 55G1, Handheld Android Pertama dengan Snapdragon
Anbernic RG 55G1. Dok. Anbernic
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Anbernic memperkenalkan RG 55G1 sebagai konsol gaming handheld Android terbarunya. Perangkat ini menjadi handheld pertama Anbernic yang mengusung chipset Qualcomm Snapdragon, setelah sebelumnya perusahaan lebih banyak memakai platform Unisoc dan Rockchip.

Perubahan arah ini terlihat jelas dari spesifikasi RG 55G1 yang jauh lebih modern dibanding lini handheld Anbernic sebelumnya. Desainnya mengusung format horizontal dengan bentuk yang mirip sejumlah konsol genggam populer saat ini.

Layarnya menggunakan panel IPS Incell berukuran 5,5 inci dengan resolusi Full HD 1920x1080 piksel. Panel tersebut mendukung multi-touch, memakai laminasi penuh OCA, dan dilapisi kaca 2.5D di bagian depan.

Untuk kontrol permainan, Anbernic menyematkan dua joystick analog 3D dengan teknologi Hall Effect, termasuk pada tombol pemicu di bagian bahu. Teknologi ini digunakan untuk menekan risiko stick drift yang kerap muncul pada joystick konvensional.

Joystick RG 55G1 juga dilengkapi pencahayaan RGB dengan beberapa pilihan efek dan warna. Kelengkapan lain mencakup D-pad, tombol ABXY, bumper, motor getar, serta sensor giroskop enam sumbu, dengan bobot total 339 gram pada dimensi 20,8 x 8,6 x 1,7 sentimeter.

Dapur pacu RG 55G1 ditenagai Qualcomm Snapdragon G1 Gen 2 dengan nomor model SG4250P, dibuat dengan proses fabrikasi 4 nanometer. Chip ini memiliki dua inti Kryo Gold hingga 2,4 GHz dan enam inti Kryo Silver hingga 2,0 GHz, dengan pengolahan grafis ditangani GPU Adreno A12.

Anbernic memasang sistem pendingin aktif berupa kipas berkecepatan tinggi dan heat pipe agar suhu perangkat tetap terjaga saat dipakai bermain dalam waktu lama. Perangkat ini tersedia dalam dua konfigurasi, yakni RAM 4 GB dengan penyimpanan 64 GB, atau RAM 8 GB dengan penyimpanan 128 GB yang bisa diperluas hingga 2 TB lewat kartu microSD.

Dari sisi perangkat lunak, RG 55G1 berjalan di atas Android 14 dengan antarmuka RG Home buatan Anbernic sendiri, lengkap dengan RG Control Center untuk mengelola game. Fitur pemetaan tombol turut disediakan agar kontrol fisik bisa dipakai pada game Android yang awalnya dirancang untuk layar sentuh.

Anbernic mengklaim RG 55G1 mampu menjalankan lebih dari 20 jenis emulator, sekaligus mendukung driver grafis Turnip. Pengguna bisa memilih antara driver bawaan Qualcomm atau driver Vulkan Turnip untuk menyesuaikan kompatibilitas dan performa di game maupun emulator tertentu.

Selain fungsi gaming, perangkat ini juga dibekali fitur berbasis kecerdasan buatan lewat ANBERNIC AI, mulai dari pencarian panduan game, penerjemahan real-time, dialog pintar, hingga pembuatan dan pemrosesan gambar berbasis teks. Fitur-fitur tersebut memperlihatkan RG 55G1 tidak hanya diarahkan sebagai perangkat emulator retro, tetapi juga memanfaatkan ekosistem Android secara lebih luas.

Untuk daya, RG 55G1 mengandalkan baterai lithium-polymer 6.000 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga delapan jam bermain dalam kondisi tertentu, dengan dukungan pengisian daya hingga 18W. Daya tahan baterai disebutkan dapat berbeda tergantung jenis game, kecerahan layar, konektivitas, dan pengaturan perangkat.

Konektivitas perangkat mencakup Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.0, ditambah jack audio 3,5 mm untuk headphone kabel. Fitur pendukung lain meliputi streaming, multiplayer online, proyeksi layar nirkabel, serta pembaruan sistem lewat FOTA.

RG 55G1 tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu Carbon Black, Retro Gray, dan Indigo. Menurut NotebookCheck, model 4 GB/64 GB dibanderol harga perkenalan US$139,99 atau sekitar Rp2,3 juta dari harga normal US$149,99, sementara varian 8 GB/128 GB dijual US$164,99 atau sekitar Rp2,7 juta dari harga normal US$174,99.

Harga dalam rupiah tersebut merupakan estimasi berdasarkan kurs dan belum memperhitungkan pajak maupun biaya impor yang bisa berbeda di tiap negara. Kehadiran Snapdragon G1 Gen 2 pada RG 55G1 menandai langkah baru Anbernic dalam mengembangkan lini handheld Android-nya, sambil tetap mempertahankan format konsol genggam yang jadi ciri khas produk-produk mereka selama ini.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai konsol gaming, dan gadget dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.