Teknologi

OpenAI Bantah Tuduhan Pencurian Rahasia Dagang Apple

OpenAI membantah tuduhan pencurian rahasia dagang dari Apple dan menyebut gugatan itu sebagai upaya menahan pesaing baru di industri AI.

19 jam yang lalu · 2 mnt baca
ChatGPT, OpenAI, kecerdasan buatan, artificial intelligence, AI, AI generatif, layanan AI, penggunaan ChatGPT, akses ChatGPT, teknologi digital, transformasi digital, digitalisasi, pengguna internet, warga, laptop
Warga mengakses layanan kecerdasan buatan ChatGPT melalui laptop di Jakarta, Senin (6/7/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - OpenAI membantah tuduhan pencurian rahasia dagang yang dilayangkan Apple, dengan menyebut perusahaan pembuat iPhone itu tak mampu membuktikan adanya informasi rahasia yang bocor lewat mantan karyawannya. Bantahan itu disampaikan lewat dokumen resmi yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS di San Jose, California, Senin (31/8), seperti dilaporkan Reuters.

OpenAI berdalih Apple menciptakan sendiri persoalan ini, lalu berupaya melimpahkan kesalahannya ke pihak lain. Perusahaan besutan Sam Altman itu menganggap gugatan tersebut tidak berdasar.

Sengketa ini bermula dari gugatan Apple terhadap OpenAI beserta dua mantan karyawannya, Tang Tan dan Chang Liu, pada Juli lalu. Apple menuding keduanya membocorkan data rahasia soal desain perangkat keras, proses produksi, dan rantai pasokan untuk mendukung ekspansi OpenAI ke bisnis perangkat konsumen.

OpenAI menilai gugatan itu sebagai taktik untuk memperlambat kemunculan pesaing baru sekaligus membatasi arus perpindahan karyawan di industri teknologi. Perusahaan itu mengklaim telah merekrut sekitar 400 mantan karyawan Apple untuk mengembangkan lini bisnis perangkat kerasnya.

Menurut OpenAI, aturan ketenagakerjaan di California memungkinkan siapa pun berpindah kerja ke perusahaan pesaing secara bebas. Poin ini dipakai OpenAI untuk menepis anggapan bahwa perekrutan eks karyawan Apple melanggar hukum.

Perkara ini kian rumit setelah Apple mengajukan bukti baru pada hari yang sama. Apple menuduh Liu, mantan insinyur sistem kelistrikan senior perusahaan, mengakses skema sirkuit konverter daya milik Apple usai bergabung dengan OpenAI.

Apple bahkan mengklaim informasi tersebut ikut dipakai dalam pekerjaan Liu di OpenAI. Tuduhan ini menjadi salah satu bukti kunci yang diajukan Apple untuk memperkuat gugatannya.

Di sisi lain, OpenAI menyatakan Tan telah mengembalikan prototipe Apple sebelum resmi meninggalkan perusahaan. Tan disebut cuma menyimpan materi yang tidak bersifat rahasia.

Perseteruan ini menjadi titik balik hubungan Apple dan OpenAI. Kedua perusahaan sebelumnya menjalin kemitraan pada 2024 untuk memperluas penggunaan ChatGPT lewat perangkat Apple sekaligus memperkuat kemampuan kecerdasan buatan milik Apple.

Hubungan itu memburuk seiring OpenAI mulai serius menggarap bisnis perangkat keras yang berpotensi bersinggungan langsung dengan Apple di pasar perangkat konsumen. Ambisi OpenAI membangun perangkat AI sendiri dinilai membuka persaingan baru bagi Apple.

Bagi kedua perusahaan, sengketa ini menyangkut kepentingan bisnis jangka panjang. Perebutan talenta, teknologi, dan kekayaan intelektual dinilai kian strategis di tengah ketatnya persaingan industri kecerdasan buatan global.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.