periskop.id - Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan volume penumpang Whoosh selama periode Angkutan Lebaran 2026. Pada periode H-8 hingga H+3 atau 13–25 Maret, jumlah penumpang mencapai 224.827 orang, meningkat sekitar 11,3% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebanyak 202.007 orang.
Puncak sementara Angkutan Lebaran 2026 terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 dengan volume 24.315 penumpang dalam satu hari. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan puncak Angkutan Lebaran 2025 yang tercatat 23.462 penumpang, atau meningkat sekitar 3,6%.
Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, menyampaikan bahwa Angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan tren yang sangat positif. Ia menyebut jumlah penumpang harian tertinggi tercatat pada Selasa lalu dengan sekitar 24 ribu orang.
“Angka tersebut juga lebih tinggi sekitar 3,6% dibandingkan capaian puncak Angkutan Lebaran 2025 yang sebesar 23.462 penumpang. Kami melihat tren permintaan yang masih tinggi dan diproyeksikan tetap berada di atas 20 ribu penumpang per hari hingga akhir pekan, serta berpotensi meningkat kembali pada akhir masa libur seiring masyarakat kembali beraktivitas,” ujar Dwiyana dalam keterangannya, Kamis (26/3).
Hingga saat ini, volume penumpang harian masih tinggi dan diprediksi terus berada di atas 20 ribu orang per hari hingga akhir pekan. Selain itu, pihaknya memproyeksikan peningkatan kembali pada 28–29 Maret 2026 seiring berakhirnya masa Angkutan Lebaran, dimulainya kembali aktivitas sekolah, dan berakhirnya kebijakan work from anywhere (WFA).
Lebih jauh, peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran sekaligus semakin kuatnya minat masyarakat menggunakan Whoosh sebagai moda transportasi utama antarkota.
Tinggalkan Komentar
Komentar