Periskop.id - Maxim Indonesia meneken nota kesepahaman dengan Yayasan Cheshire Indonesia untuk memperluas akses ekonomi bagi penyandang disabilitas. Salah satu poin utamanya adalah skema potongan komisi 0% hingga 1% bagi mitra pengemudi disabilitas fisik, sehingga hampir seluruh pendapatan perjalanan langsung masuk ke kantong mereka.
Development Director Maxim Indonesia Dirhamsyah memaparkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan membangun ekosistem transportasi digital yang lebih inklusif. Menurutnya, keringanan komisi itu berjalan beriringan dengan program perlindungan sosial yang juga disiapkan untuk mitra disabilitas.
"Program bebas komisi dan perlindungan sosial merupakan bentuk investasi kami dalam menciptakan kesempatan yang setara di tengah perkembangan ekonomi digital," ujar Dirhamsyah dalam acara penandatanganan MoU Maxim Indonesia dan Yayasan Cheshire Indonesia di Jakarta, Rabu (24/6).
Selain keringanan komisi, mitra pengemudi penyandang disabilitas juga mendapatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tanpa biaya. Dalam kerja sama ini, Maxim turut menyerahkan saldo perjalanan senilai Rp18 juta kepada Yayasan Cheshire Indonesia guna menunjang mobilitas para penerima manfaat yayasan.
Pada kesempatan yang sama, Maxim memperlihatkan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan pengemudi disabilitas. Penyesuaian meliputi pedal gas dan rem pada kendaraan roda empat, serta tempat duduk pada kendaraan roda dua.
Dirhamsyah menjelaskan, pengembangan kendaraan ramah disabilitas itu dilakukan seiring bertambahnya jumlah mitra pengemudi disabilitas di platform. Ia mengakui porsi mereka masih terbilang kecil dari total keseluruhan mitra.
"Mungkin masih di bawah 1%, sekitar 0,5% hingga 0,7% dari total seluruh mitra. Namun sebagian besar mitra disabilitas yang telah bergabung kendaraannya sudah dimodifikasi," katanya.
Kebijakan komisi 0%-1% untuk mitra pengemudi disabilitas ini sendiri telah berlaku sejak awal 2026. Dirhamsyah menambahkan, kolaborasi bersama Yayasan Cheshire diharapkan membuka lebih banyak pintu bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan meraih penghasilan lewat platform digital.
Di sisi layanan pengguna, Maxim juga terus mengembangkan fitur yang ramah bagi penumpang penyandang disabilitas. Beberapa di antaranya adalah dukungan TalkBack untuk pengguna tunanetra, fitur percakapan teks bagi penumpang dengan gangguan pendengaran, serta notifikasi khusus kepada pengemudi ketika penumpang membutuhkan bantuan tambahan.
Ketua Yayasan Cheshire Indonesia Barbara Janthy Nihardjo menilai kerja sama ini menjadi langkah krusial dalam memperluas aksesibilitas sekaligus membuka peluang ekonomi nyata bagi penyandang disabilitas. Ia menyebut kolaborasi semacam ini kerap sulit terwujud di sektor transportasi digital.
"Kerja sama ini membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bermobilitas, bekerja, dan hidup mandiri. Kami sangat mengapresiasi komitmen Maxim menghadirkan peluang yang inklusif untuk semua," pungkas Barbara.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar