DAMRI Kalianda-Jakarta Kembali Beroperasi, Tarif Mulai Rp215 Ribu
DAMRI kembali membuka rute Kalianda-Jakarta mulai 21 Agustus 2026 dengan tarif Rp215 ribu, melayani Serang, Poris, BSD hingga Gambir

Periskop.id - Perum DAMRI kembali mengoperasikan rute Kalianda-Jakarta mulai Jumat (21/8). Operasional DAMRI antar pulau ini membuka akses langsung bagi masyarakat Lampung Selatan menuju Serang, Tangerang Selatan hingga pusat Jakarta tanpa harus terlebih dahulu pergi ke Bakauheni. Tarif perjalanan ditawarkan mulai Rp215.000.
Pengoperasian rute tersebut terealisasi lebih cepat dari rencana awal. Pada akhir Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI masih menargetkan layanan komersial dari Kalianda menuju Jakarta, Bandung dan BSD dapat beroperasi paling lambat September 2026.
Untuk layanan yang mulai berjalan 21 Agustus, perjalanan dari Lampung menuju Jakarta melewati Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir. Informasi mengenai rute, jadwal dan tarif tersebut juga dilaporkan IDN Times Lampung menjelang pengoperasian perdana.
Bus berangkat dari Stasiun KA Tanjung Karang pada pukul 09.00 WIB. Sementara penumpang dari Kalianda dapat naik pada pukul 10.30 WIB melalui loket DAMRI di kawasan Taman Edukasi, tepat di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.
Tarif perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta maupun Kalianda menuju Stasiun Gambir ditetapkan Rp255.000. Sementara tiket menuju Serang, Terminal Poris dan Terminal BSD dibanderol mulai Rp215.000.
Bus menggunakan konfigurasi kursi reclining 2-2 serta dilengkapi pendingin udara, toilet, colokan pengisi daya dan CCTV. Penumpang juga memperoleh makanan ringan dan air mineral selama perjalanan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto mengatakan pengoperasian kembali layanan tersebut merupakan bagian dari kerja sama pemerintah daerah dengan DAMRI untuk memperluas pilihan transportasi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto di Kalianda, Jumat.
Warga Tak Perlu ke Bakauheni untuk Naik DAMRI
Sebelum rute ini kembali dibuka, Pemkab Lampung Selatan mencatat salah satu persoalan yang dikeluhkan masyarakat adalah kebutuhan untuk menuju Bakauheni terlebih dahulu ketika ingin menggunakan layanan DAMRI ke Jakarta maupun kota lain di Pulau Jawa.
Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan Edy Firnandi pada Juli lalu mengatakan, kehadiran kembali DAMRI di Kalianda diharapkan memangkas perjalanan tambahan tersebut.
“Harapan masyarakat sangat besar agar DAMRI kembali hadir di Lampung Selatan. Kehadiran layanan ini nantinya akan memudahkan masyarakat dalam mengakses transportasi antarkota tanpa harus menuju Bakauheni terlebih dahulu,” ujar Edy.
Sementara General Manager Perum DAMRI Cabang Lampung Resta Mahardika ketika pembahasan rute berlangsung menyatakan, perusahaan telah melakukan survei bersama pemerintah daerah untuk menentukan titik naik dan turun penumpang.
“Insyaallah paling lambat bulan September layanan komersial sudah bisa kita mulai. Lokasi yang telah disurvei berada di aset milik pemerintah daerah yang nantinya akan menjadi titik naik dan turun penumpang sekaligus mendukung pelayanan DAMRI di Lampung Selatan,” ujar Resta.
Realisasi rute Kalianda-Jakarta pada 21 Agustus berarti sebagian rencana tersebut dapat diwujudkan sebelum batas waktu September. Rencana pengembangan DAMRI di Lampung Selatan sendiri tidak berhenti pada perjalanan Jakarta.
Dalam pembahasan sebelumnya, DAMRI juga menyiapkan rute menuju Bandung dan BSD dengan armada kelas Executive maupun Royal Class. Selain angkutan komersial, perusahaan membuka kemungkinan pengembangan angkutan perintis dan layanan pariwisata.
Resta menilai transportasi yang mudah diakses diperlukan untuk mendukung potensi wisata Lampung Selatan. “Potensi wisata di Lampung Selatan sangat besar. Kami berharap ke depan tidak hanya layanan komersial yang berjalan, tetapi juga angkutan perintis dan angkutan pariwisata sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” ucap Resta.
Mobilitas Penumpang Lampung Tinggi
Pembukaan rute langsung tersebut berlangsung ketika mobilitas penumpang di Lampung cukup tinggi.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 92.457 penumpang berangkat menggunakan kereta api dari Stasiun Tanjung Karang sepanjang Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat 7,77% dibandingkan April yang mencapai 85.795 orang.
Pada periode yang sama, jumlah penumpang kapal feri yang berangkat melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni mencapai 47.174 orang. Secara keseluruhan, kereta api menjadi moda dengan jumlah penumpang terbesar dalam statistik transportasi Lampung pada Mei 2026, dengan porsi 49,64%.
Integrasi rute DAMRI dengan Stasiun Tanjung Karang karena itu membuka peluang perjalanan lanjutan bagi penumpang kereta menuju Banten, Tangerang dan Jakarta tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
DAMRI sendiri telah mengembangkan penjualan tiket melalui kanal digital. Perusahaan menyediakan pemesanan melalui DAMRI Apps dan sejumlah agen perjalanan daring serta bekerja sama dengan KAI untuk akses pemesanan tertentu. DAMRI menyebut aplikasinya menyediakan fitur untuk melihat jadwal operasional, memesan tiket dan melakukan pembayaran.
Pemkab Lampung Selatan berharap pengoperasian kembali rute tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi ikut memberikan dampak pada aktivitas perekonomian dan pariwisata daerah.
“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” ucap Supriyanto.
Dengan dibukanya kembali rute Kalianda-Jakarta, masyarakat kini memiliki alternatif perjalanan langsung dari Kalianda dan Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD hingga Gambir dengan tarif mulai Rp215.000.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai DAMRI, transportasi umum, Lampung, dan DKI Jakarta dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.