UMKM

Kementerian UMKM: 12,8 Juta Pelaku UMKM Terdaftar di SAPA UMKM

Kementerian UMKM catat 12,8 juta pelaku usaha terdaftar di SAPA UMKM, namun baru belasan ribu yang aktif memasang dan menggunakan aplikasinya.

19 jam yang lalu · 2 mnt baca
Kementerian UMKM: 12,8 Juta Pelaku UMKM Terdaftar di SAPA UMKM
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat sebanyak 12,8 juta pengusaha UMKM telah terdaftar dalam aplikasi SAPA UMKM hingga 27 Agustus 2026. Namun, jumlah yang benar-benar aktif menggunakan aplikasi tersebut jauh lebih kecil.

Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting menyebutkan, dari total pendaftar itu baru 16.778 pelaku usaha yang telah mengunduh, memasang, dan aktif menggunakan aplikasinya.

"Per 27 Agustus ada 12,8 juta pengusaha UMKM yang telah didaftarkan di SAPA UMKM dan yang sudah install 16.778," kata Loto dalam media gathering Forum Wartawan UMKM, Bogor, Sabtu (29/8).

Selisih jauh antara jumlah terdaftar dan pengguna aktif ini, menurut Loto, disebabkan oleh sumber data pendaftaran yang beragam. Tidak semua angka 12,8 juta itu berasal dari pendaftaran mandiri para pelaku usaha.

Loto menjelaskan, sebagian data dihimpun lewat institusi yang membawahi atau membina sejumlah UMKM. Artinya, banyak pelaku usaha yang tercatat tanpa pernah mendaftar sendiri lewat aplikasi.

Kondisi itu membuat Kementerian UMKM masih terus mendorong para pelaku usaha untuk mengakses dan menggunakan SAPA UMKM secara langsung. Upaya ini dinilai penting agar manfaat aplikasi bisa dirasakan lebih merata.

Loto menilai, penggunaan aplikasi secara aktif penting agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai layanan dan program yang tersedia di dalamnya.

"Nanti akan ada sosialisasi-sosialisasi kepada para UMKM yang sebenarnya memang kita harapkan dia secara sadar untuk bisa mengaksesnya," jelas Loto.

Sosialisasi tersebut rencananya menyasar pelaku usaha yang namanya sudah masuk basis data pemerintah, namun belum pernah bersentuhan langsung dengan aplikasi SAPA UMKM. Pendekatan ini menjadi salah satu cara kementerian untuk mempersempit kesenjangan antara data terdaftar dan pengguna aktif.

Pernyataan ini disampaikan Loto dalam ajang media gathering bersama Forum Wartawan UMKM di Bogor, Sabtu (29/8).

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.