iklan periskop
Artikel

Jadwal Puncak Hujan Meteor Perseid 2026 dan Cara Melihatnya

Penasaran kapan puncak hujan meteor Perseid dan cara terbaik menyaksikannya? Simak jadwal lengkap serta tips pengamatan dari BRIN berikut ini.

4 jam yang lalu · 3 mnt baca
Perbedaan Meteor dan Meteorit, Memahami Benda Langit yang Jatuh ke Bumi
Ilustrasi meteor di langit malam. Unsplash
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Hujan meteor Perseid jadi salah satu fenomena langit yang paling ditunggu tiap tahun. Berikut jadwal puncak dan cara menyaksikannya tanpa perlu alat bantu apapun.

Perseid merupakan hujan meteor tahunan yang terjadi saat Bumi melintasi sisa serpihan debu dari Komet 109P/Swift-Tuttle. Pada fase puncaknya, pengamat berpotensi menyaksikan sekitar 1-2 meteor per menit apabila kondisi langit mendukung.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan momen pengamatan terbaik jatuh pada dini hari 13 Agustus 2026. Waktu ini bertepatan dengan fase Bulan Baru, sehingga langit malam relatif lebih gelap dan pengamatan jadi lebih maksimal.

Kapan Puncak Hujan Meteor Perseid?

Mengutip laman In-The-Sky.org, fenomena ini mulai bisa disaksikan sekitar pukul 00.30 WIB, bertepatan dengan terbitnya titik radian di ufuk timur. Pengamatan bisa berlanjut hingga menjelang fajar, kira-kira pukul 05.36 WIB.

Titik radian baru mencapai posisi tertinggi di langit setelah fajar, sekitar pukul 06.00 WIB. Karena itu, pemandangan terbaik diperkirakan muncul tepat sebelum fajar, saat posisi titik radian sudah cukup tinggi.

Pada rentang waktu tersebut, rotasi Bumi membuat wilayah Jakarta menghadap langsung ke arah datangnya meteor. Kondisi ini memicu lebih banyak meteor jatuh secara vertikal dengan lintasan cahaya yang relatif pendek di sekitar titik radian.

Di luar jam tersebut, jumlah meteor yang terbakar di atas Jakarta cenderung lebih jarang. Namun meteor yang muncul akan masuk atmosfer dengan sudut miring, menghasilkan lintasan cahaya yang lebih panjang dan melintasi area langit yang lebih luas sebelum habis terbakar.

Puncak aktivitas hujan meteor Perseid diperkirakan terjadi pada 13 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.

Mengapa Fenomena Ini Terjadi Setiap Tahun?

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan lewat akun Instagram resmi BRIN, Bumi rutin berpapasan dengan sisa debu komet setiap tahunnya. "Setiap tahun, Bumi berpapasan dengan sisa debu komet sehingga terjadi fenomena hujan meteor yang memiliki arah dan waktu kemunculan yang tetap setiap tahun," ujarnya.

Pola arah dan waktu kemunculan yang konsisten inilah yang membuat hujan meteor Perseid bisa diprediksi setiap tahun pada periode yang mirip.

Bagaimana Cara Melihat Hujan Meteor Perseid?

Berdasarkan panduan BRIN, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menikmati fenomena ini.

1. Pilih lokasi yang minim polusi cahaya agar meteor lebih jelas terlihat.

2. Pastikan medan pandang ke arah Timur Laut tidak terhalang gedung atau pepohonan.

3. Cek kondisi langit di arah Timur Laut, usahakan cerah dan tidak tertutup awan.

4. Arahkan pandangan ke langit arah Timur Laut. Pada kondisi ideal, akan tampak sekitar 1-2 meteor per menit melesat dari titik pancar di rasi Perseus ke berbagai arah.

Pengamatan hujan meteor Perseid tidak memerlukan teleskop atau binokular. Mata telanjang justru lebih ideal karena menawarkan medan pandang yang lebih luas untuk menangkap lintasan meteor.

Dengan jadwal dan tips di atas, menyaksikan puncak hujan meteor Perseid bisa jadi pengalaman langit malam yang sederhana namun berkesan. Pastikan cek kondisi cuaca setempat sebelum berburu meteor.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.