iklan periskop
Bisnis

BYAN Bantah Kabar Akuisisi Saham oleh Jhonlin Group

Manajemen BYAN buka suara soal kabar akuisisi 62,2% saham oleh Jhonlin Group milik Haji Isam, sementara harga sahamnya justru melemah tajam.

1 jam yang lalu · 2 mnt baca
Angkutan Batu Bara milik BYAN.
Angkutan Batu Bara milik BYAN. Foto oleh BYAN
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membantah mengetahui kabar akuisisi sahamnya oleh Jhonlin Group, perusahaan milik konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Rumor tersebut menyebut Jhonlin Group mengincar sekitar 62,2% saham BYAN.

Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero menyatakan, pihaknya tidak memiliki informasi apa pun terkait rencana pengambilalihan tersebut. Meski begitu, ia menyebut pemegang saham pengendali perseroan tetap terbuka pada berbagai peluang investasi.

"Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut. Namun pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," tulis Jenny dalam Keterbukaan Informasi, dikutip Kamis (20/8).

Manajemen BYAN mengklaim tidak mengetahui pihak-pihak yang terlibat maupun struktur transaksi dari kabar akuisisi itu. Porsi saham yang disebut-sebut akan dibeli Jhonlin Group pun diakui Jenny belum diketahui perseroan.

"Perseroan tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi sehubungan dengan informasi mengenai rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham tersebut," tegas Jenny.

Kabar akuisisi ini, menurut Jenny, tidak berdampak material terhadap operasional maupun kinerja keuangan BYAN. Ia menambahkan, perseroan juga tidak memiliki informasi atau kejadian material lain yang belum diungkapkan ke publik dan berpotensi memengaruhi harga saham.

Jenny memastikan BYAN akan tetap mematuhi aturan pasar modal terkait keterbukaan informasi.

"Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan ketentuan Bursa Efek Indonesia, termasuk kewajiban penyampaian keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik," terang Jenny.

Isu akuisisi ini muncul di tengah pelemahan tajam harga saham BYAN di pasar modal. Berdasarkan data RTI Business, saham BYAN ambruk 9,41% ke level Rp15.650 per saham hingga penutupan perdagangan Rabu (19/8).

Volume perdagangan saham BYAN pada hari itu tercatat sebanyak 4,28 juta lembar, dengan total nilai transaksi mencapai Rp69,56 miliar.

Pelemahan signifikan ini terjadi bersamaan dengan beredarnya rumor pengambilalihan oleh perusahaan milik Haji Isam, meski manajemen BYAN menegaskan belum ada kejelasan resmi soal transaksi tersebut.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Bursa Efek Indonesia (BEI), Haji Isam, dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.