JARR Bantah Rencana Akuisisi Saham Bayan Resources
JARR pastikan belum ada rencana ambil alih saham Bayan Resources, meski isu akuisisi 62,2% saham BYAN sempat bikin sahamnya melonjak ke level ARA.

Periskop.id - PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Haji Isam, membantah kabar rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Perseroan menegaskan belum mengetahui kebenaran maupun memiliki informasi terkait rencana pengambilalihan saham BYAN hingga 19 Agustus 2026.
Direktur Utama JARR Indra Irawan menjelaskan, isu tersebut sama sekali tidak berdasar dari sisi manajemen maupun grup usaha. Ia menegaskan baik perseroan maupun Grup Jhonlin tidak sedang menyiapkan langkah pengambilalihan saham BYAN seperti yang beredar di pasar.
"Perseroan maupun Grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN)," kata Indra Irawan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (20/8).
Rumor akuisisi ini sebelumnya menyebut Haji Isam bakal mengambil alih 62,2% saham Bayan Resources. Kabar tersebut kian kencang beredar di kalangan pelaku pasar dalam beberapa hari terakhir.
Spekulasi itu terbukti menggerakkan harga saham BYAN secara signifikan. Saham emiten tambang batu bara tersebut melonjak hingga menyentuh level Auto Rejection Atas (ARA) Rp17.275 per saham pada perdagangan Selasa (18/8).
Lonjakan harga saham yang tajam dalam waktu singkat lazim memicu kecurigaan pasar terhadap adanya aksi korporasi besar di balik pergerakan tersebut.
Isu akuisisi semakin menguat setelah JARR dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 September 2026. Meski begitu, agenda resmi rapat itu belum diumumkan ke publik.
Ketidakjelasan agenda RUPSLB inilah yang diduga jadi salah satu pemicu spekulasi pasar soal rencana akuisisi BYAN. Investor menanti kejelasan tujuan rapat tersebut sebelum digelar bulan depan.
Indra menambahkan, di tingkat pemegang saham, JARR juga belum menerima konfirmasi maupun pemberitahuan resmi dari pemegang saham pengendali. Begitu juga dari pemilik penerima manfaat atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) terkait rencana maupun fakta material seputar akuisisi BYAN.
Pernyataan resmi ini disampaikan JARR melalui mekanisme keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, sesuai kewajiban emiten menanggapi rumor yang berdampak pada pergerakan harga saham di pasar modal.
Manajemen JARR menyatakan pihaknya akan tetap mematuhi ketentuan keterbukaan informasi apabila ke depan terdapat perkembangan material terkait isu tersebut.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Haji Isam, dan Low Tuck Kwong dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.