Saham BYAN-JARR Liar Imbas Isu Akuisisi Haji Isam
Saham BYAN dan JARR melonjak tajam di tengah rumor akuisisi Haji Isam atas 62,2% saham BYAN, namun kedua perusahaan belum memberi konfirmasi resmi.

Periskop.id - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) milik pengusaha Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bergerak liar dalam perdagangan Selasa (18/8). Lonjakan harga kedua saham ini terjadi di tengah santernya isu di media sosial yang menyebut Haji Isam bakal mengakuisisi sekitar 62,2% saham BYAN.
Kabar tersebut sampai saat ini belum mendapat konfirmasi resmi dari manajemen kedua perusahaan. Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mewanti-wanti lonjakan yang dinilainya tidak wajar tersebut.
Rully menilai investor perlu ekstra hati-hati karena transaksi serupa di masa lalu kerap berujung mengecewakan pemodal. Menurutnya, kondisi semacam ini justru banyak diminati investor ritel yang gemar mengambil posisi spekulatif.
"Tapi again ya, harus tetap dilindungi (investor) juga kan? Jangan sampai mereka akhirnya rugi. Jadi Mirae Asset kan juga kasih edukasi kan setiap minggu, tapi tetap aja mereka (sebagian investor ritel) pada dasarnya senang yang kayak gitu (saham naik cepat)," kata Rully, Selasa (18/8).
Ia menyayangkan munculnya rumor semacam ini tidak dibarengi keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Rully menilai bursa perlu lebih komunikatif dan aktif memberi penjelasan kepada investor terkait pergerakan saham yang di luar kebiasaan.
Data intraday pukul 14.53 WIB menunjukkan harga saham BYAN melonjak 19,97% ke Rp17.275 per saham. Kapitalisasi pasar emiten batu bara itu meroket hingga Rp575,83 triliun, dengan kenaikan 43,66% dalam lima hari perdagangan terakhir.
Saham JARR bergerak lebih ekstrem lagi. Harga saham emiten sawit itu menyentuh batas atas atau auto reject atas (ARA) sebesar 24,88% ke level Rp2.510, dengan kapitalisasi pasar Rp23,17 triliun dan kenaikan 31,41% dalam lima hari terakhir.
Permintaan konfirmasi ke manajemen JARR, salah satu perusahaan di bawah naungan Jhonlin Group milik Haji Isam, belum direspons hingga berita ini ditulis. Manajemen BYAN pun belum memberikan penjelasan resmi soal rumor akuisisi tersebut.
Isu akuisisi ini kian menguat setelah muncul kabar pertemuan antara Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Norman merupakan pendiri sekaligus chairman Republikorp, perusahaan swasta Indonesia yang bergerak di bidang industri pertahanan strategis dan teknologi militer.
Komposisi pemegang saham BYAN saat ini terdiri dari Low Tuck Kwong sebesar 40,25% dan putrinya, Elaine Low, sebesar 22%. Sisanya dipegang PT Sumber Suryadaya Prima sebesar 10%, serta empat perusahaan energi asal Korea, yakni Korea East-West Power, Korea Western Power, Korea Southern Power, dan Korea Midland Power, masing-masing sebesar 4%.
Pemegang saham lain adalah Korea South-East Power sebesar 4%, Lim Chai Hock sebesar 3,26%, dan Jenny Quantero sebesar 2,98%. Jika ditotal, kepemilikan saham Low Tuck Kwong bersama putrinya mencapai 62,25%, angka yang mendekati porsi saham yang disebut dalam rumor akuisisi tersebut.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bursa Efek Indonesia (BEI), Haji Isam, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dengan mengeklik tautan.




Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.