Jack Ma Borong Saham Alibaba Rp1,35 Triliun
Jack Ma bersama Chairman Joe Tsai dan CEO Eddie Wu memborong saham Alibaba usai harga sahamnya tertekan akibat penawaran saham besar-besaran di Hong Kong.

Periskop.id - Jack Ma memborong saham Alibaba Group Holding Ltd. senilai lebih dari US$76,5 juta atau setara Rp1,35 triliun dalam beberapa hari terakhir. Langkah salah satu pendiri Alibaba ini bertujuan membalikkan tren penjualan saham yang menekan harga perusahaan e-commerce raksasa Tiongkok tersebut pekan ini.
Jack Ma tidak sendirian dalam aksi borong saham ini. Ia bergabung dengan Chairman Joe Tsai dan CEO Eddie Wu, yang bersama-sama membeli saham senilai US$25 juta.
Informasi pembelian saham oleh Jack Ma diperoleh dari seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut. Sumber itu meminta namanya tidak disebutkan karena transaksi pembelian bersifat pribadi, demikian dilaporkan Bloomberg News.
Aksi borong saham para eksekutif senior Alibaba ini langsung berdampak pada pergerakan harga. Saham Alibaba naik hingga 3,2% pada Rabu, memulihkan sebagian kerugian yang terjadi sepanjang pekan ini.
Kejatuhan harga saham sebelumnya dipicu oleh penawaran saham lanjutan Alibaba senilai HK$80 miliar di Hong Kong. Penawaran tersebut tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah pasar modal Hong Kong.
Dana jumbo dari penawaran itu menandakan ambisi Alibaba untuk mengumpulkan dan membelanjakan modal secara besar-besaran. Perusahaan menargetkan posisi sebagai pemimpin global di bidang kecerdasan buatan atau AI.
Namun, ambisi besar ini tak lepas dari kekhawatiran investor. Penjualan saham dalam skala besar memicu keresahan soal profitabilitas Alibaba yang kian menipis.
Alibaba diketahui memanfaatkan kas perusahaan secara agresif untuk membiayai peluncuran infrastruktur dan layanan AI di Tiongkok. Skema pembiayaan ini disebut sebagai yang paling agresif di antara perusahaan teknologi China lainnya.
Pembelian saham oleh jajaran pucuk pimpinan Alibaba, mulai dari pendiri hingga chairman dan CEO, kerap dibaca pasar sebagai sinyal kepercayaan terhadap fundamental perusahaan. Sinyal semacam ini biasa muncul di tengah gejolak harga saham yang tajam.
Kenaikan 3,2% pada Rabu memang belum cukup menutup seluruh kerugian akibat aksi jual pekan ini. Meski begitu, langkah kolektif Jack Ma, Joe Tsai, dan Eddie Wu dinilai memberi sentimen positif bagi pasar.
Penawaran saham lanjutan senilai HK$80 miliar tersebut menjadi bagian dari strategi pendanaan Alibaba untuk memperkuat posisi di industri AI. Perusahaan tampak bersiap menghadapi persaingan ketat di sektor teknologi kecerdasan buatan global.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Alibaba dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.