periskop.id - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) resmi memasukkan tiga perusahaan besar China ke dalam daftar hitamnya. Alibaba, BYD, dan Baidu kini tercatat sebagai entitas yang tidak lagi bisa menggarap proyek dari Pentagon.

Pencantuman ketiga nama itu berdampak langsung pada peluang bisnis mereka di Amerika Serikat. Ketiganya terlarang mendapat kontrak dari Departemen Pertahanan AS selama masih tercatat dalam daftar tersebut.

Advertisement

Daftar hitam itu pertama kali diberlakukan pada 2021. Pentagon merancangnya sebagai instrumen untuk memetakan perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan aparatur militer China.

Cakupan daftar tersebut terbilang luas. Pentagon tidak hanya menyasar entitas yang secara langsung berada di bawah kendali militer China, melainkan juga perusahaan yang dianggap turut menyokong kapasitas industri pertahanan negara itu.

Alibaba dikenal luas sebagai raksasa teknologi dan e-commerce terbesar di China. Perusahaan ini kini harus menanggung konsekuensi dari kebijakan Pentagon yang semakin ketat terhadap entitas teknologi China.

BYD, di sisi lain, adalah produsen kendaraan listrik yang belakangan agresif merambah pasar global. Masuknya BYD ke daftar hitam Pentagon menambah tekanan pada ekspansi internasional produsen mobil listrik tersebut.

Baidu, yang dikenal sebagai platform mesin pencari terdepan di China, turut terseret dalam kebijakan pembatasan ini. Ketiga perusahaan itu merupakan pemain utama di sektor teknologi China yang memiliki jejak bisnis lintas negara.

Hal tersebut dilaporkan kantor berita AP pada Selasa (9/6). Penambahan nama perusahaan ke daftar hitam Pentagon menjadi salah satu mekanisme Washington untuk membatasi akses entitas China di ekosistem pertahanan AS.

Beijing merespons keras langkah Pentagon itu. Pemerintah China menolak eksistensi daftar tersebut dan menuding AS melakukan diskriminasi terhadap perusahaan-perusahaan asal negaranya.

Tuduhan diskriminasi dari Beijing mencerminkan ketegangan yang terus membara antara dua ekonomi terbesar dunia itu. Persaingan di sektor teknologi dan industri pertahanan selama ini menjadi salah satu titik gesekan utama dalam hubungan AS-China.