periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan segera melantik pejabat baru untuk menggantikan dua pejabat yang diberhentikan karena dinilai tidak mampu mengendalikan pengelolaan restitusi pajak secara optimal.
“Besok akan kita umumkan dan langsung kita lantik pejabat barunya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5).
Keputusan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan investigasi internal terhadap sejumlah pejabat yang terlibat dalam pengelolaan restitusi. Dari hasil penelusuran, ditemukan lima pejabat yang memiliki peran signifikan, dengan dua di antaranya akan segera dicopot dari jabatannya.
"Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi melakukan restitusi. Hari ini dua akan saya copot," tegas Purbaya dalam media briefing, Jakarta, Senin (4/5).
Meski demikian, ia belum merinci identitas pejabat yang akan diberhentikan tersebut.
"Jadi pesannya adalah, ketika ada institusi seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jor-joran. Jadi saya nggak main-main. Ada dua yang saya akan copot," terang dia.
Menurut Purbaya, langkah tegas ini diambil bukan semata karena besarnya nilai restitusi, melainkan karena adanya persoalan dalam penyampaian informasi yang tidak akurat.
"Jor-jorannya adalah tidak memberi tahu perkembangan dengan akurat. Jadi gini, tahun lalu, saya salah menebak total restitusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Mereka bilang, sedikit. Mereka tuh staf saya," ungkapnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar