periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait pencopotan dua Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ia menegaskan bahwa pergantian tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari rotasi rutin di level eselon I yang dilakukan secara berkala.
"Terus masalah, oh rotasi eselon 1 ada yang nanya katanya. Itu saya menjelaskan itu hanya proses biasa, biasa kita berapa tahun putar, jadi gak ada ini yang istimewa dari situ," kata Purbaya dalam media briefing, Jakarta, Jumat (24/4).
Bendahara Negara itu mengakui bahwa terdapat dinamika internal turut menjadi salah satu faktor, meskipun bukan satu-satunya alasan di balik pergantian tersebut.
"Iya dan tidak. Iya ada sedikit tapi nggak itu aja. Ada yang lain-lain," ungkapnya.
Purbaya juga menyoroti adanya informasi yang dinilai tidak akurat dari internal Kemenkeu, khususnya terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menyayangkan munculnya kabar yang menyebut keuangan negara hanya mampu bertahan dalam hitungan minggu hingga isu sisa kas yang disebut tinggal Rp120 triliun.
Ia juga menyinggung adanya informasi yang menyerang kredibilitas dirinya, termasuk tudingan terkait kemampuan berbahasa Inggris dan kekhawatiran dalam pertemuan dengan investor.
"Maksudnya orang ngerti kan pasti. Terus yang gue agak heran ada yang saya bilang tadi informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup nggak bisa bahasa Inggris sekali dan jangan kalau bisa jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan katanya. Itu dari internal. Jadi kita lapikan itu sedikit. Itu kira-kira jawabannya," terangnya.
Namun demikian, Purbaya menegaskan bahwa perbedaan pendapat tetap diperbolehkan di lingkungan Kementerian Keuangan, namun harus disampaikan secara tepat dan tidak menyesatkan.
"Kalau perbedaan pendapat nggak apa-apa. Kalau keluar angka yang berbeda itu kan udah misleading. Seperti bilangannya punya 3 minggu udah habis uangnya," tuturnya.
Sebelumnya, Purbaya resmi memberhentikan Febrio Nathan Kacaribu dari jabatan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (SEF) serta Luky Alfirman dari posisi Direktur Jenderal Anggaran pada Selasa (21/4).
Purbaya memastikan, untuk sementara waktu operasional kedua direktorat tersebut akan dijalankan oleh Pelaksana Harian (Plh). Ia menegaskan bahwa penunjukan Plh telah dilakukan dan sudah mulai aktif bekerja sejak keputusan pemberhentian ditetapkan.
"Udah dikasih PLH sekarang. Oh sudah aktif berarti Pak? Sudah, kemarin (Selasa sore) soalnya udah aktif. Soalnya ditandatangani kemarin siang," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Rabu (22/4).
Tinggalkan Komentar
Komentar