iklan periskop
Ekonomi

Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh Di Tengah Ketidakpastian Global

Airlangga Hartarto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat berkat disiplin fiskal dan peringkat investasi yang stabil di tengah ketidakpastian.

3 jam yang lalu · 3 mnt baca
Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh Di Tengah Ketidakpastian Global
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat ditemui, Jakarta, Jumat (10/7). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap berdiri kokoh di tengah dinamika ketidakpastian global. Kekuatan tersebut didukung oleh disiplin fiskal yang konsisten, peringkat investasi yang terjaga, serta tingkat kepercayaan investor yang tinggi.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan status investment grade dari lembaga pemeringkat internasional seperti S&P, Fitch, dan Moody's. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata atas stabilitas perekonomian nasional yang diakui dunia.

"Nah kalau kita lihat memang salah satu yang selalu dibahas, sovereign rating Indonesia tetap pada investment grade (layak investasi)," kata Airlangga dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 bertajuk "Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesian Listed Companies", di Jakarta, Selasa (11/8).

Airlangga menambahkan, instrumen Panda Bond Indonesia turut mengantongi rating Triple A dari lembaga internasional. Hal tersebut dinilainya membuktikan bahwa kredibilitas keuangan pemerintah memiliki daya tarik kuat bagi pemodal asing.

Menurutnya, para pelaku pasar tidak perlu panik dalam merespons satu atau dua penilaian tertentu. Ia menekankan bahwa hal terpenting bagi perusahaan adalah menjaga transparansi, tata kelola, dan prospek bisnis secara berkelanjutan.

Ia menilai Indonesia tetap dipandang sebagai negara dengan ekonomi stabil dan bukan frontier market. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal berbagai indikator makroekonomi agar tetap berada di jalur yang benar.

"Jadi itu yang harus kita jaga," katanya lagi.

Airlangga mengungkapkan, pengelolaan defisit anggaran di bawah 3% menjadi bukti disiplin fiskal Indonesia yang jarang dimiliki negara lain. Menurutnya, kebijakan ini menjadi benteng pertahanan ekonomi nasional yang sangat solid.

Ia membandingkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang relatif aman dengan beberapa negara maju. Menurut penjelasannya, negara seperti Jepang, Amerika Serikat, hingga Singapura justru memiliki rasio utang di atas 100% dari PDB mereka.

"Negara seperti Jepang, punya debt terhadap GDP-nya juga di atas 100 persen. Amerika juga demikian, Singapura pun demikian. Jadi apa yang membuat kita worry? Ini kan semua angka-angka yang kita targetkan sendiri dan juga kita masih relatif aman di angka-angka tersebut. Jadi jangan kita khawatir berlebihan," ujarnya menegaskan.

Selain faktor fiskal, Airlangga menyebut Indonesia masih memegang predikat sebagai negara dengan jumlah investor terbanyak di kawasan ASEAN. Keberadaan pasar modal domestik juga diperkuat oleh deretan perusahaan tercatat terbesar kedua di Asia Tenggara.

Ia menambahkan, beberapa sektor utama seperti basic materials, transportasi dan logistik, serta jasa keuangan berhasil mencatatkan lonjakan laba yang sangat signifikan.

"Nah kalau kita lihat pertumbuhan laba dari sektor yang diandalkan di Indonesia yaitu basic materials, itu pertumbuhan labanya 258,9%, transportation and logistics 103,4%, dan financial 39,8%," ujarnya pula.

Di samping itu, ia memaparkan masuknya tujuh emiten baru pada Juli 2026 yang diperkirakan bakal menggairahkan kembali aktivitas Initial Public Offering (IPO) pada semester kedua.

"Walaupun kita kemarin Semester 1 agak lagging, tapi mudah-mudahan semester 2 bisa mengejar dengan IPO nilainya Rp2,16 triliun," katanya lagi.

Airlangga menutup keterangannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong seluruh korporasi meningkatkan tata kelola dan transparansi demi mencerminkan kekuatan ekonomi nasional.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Airlangga Hartarto, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.