Gaya Hidup

Hari Sarjana Nasional 29 September Tidak Pernah Ditetapkan

Hari Sarjana Nasional 29 September tidak punya dokumen penetapan. Klaim yang mengaitkannya dengan kelahiran Sosrokartono juga tidak cocok dengan tanggalnya.

6 hari yang lalu · 2 mnt baca
Hari Sarjana Nasional 29 September Tidak Pernah Ditetapkan
Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (19/8/2026). Foto oleh UGM
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Hari Sarjana Nasional diperingati setiap 29 September tanpa satu pun dokumen yang menetapkannya. Tidak ada keputusan presiden, keputusan menteri, maupun surat edaran yang bisa dirujuk.

Yang beredar sebagai penjelasan asal-usulnya justru mengandung kekeliruan tanggal yang mudah diperiksa.

Hari Sarjana Nasional Tidak Punya Dasar Penetapan

Penelusuran ke basis data peraturan pemerintah tidak menemukan produk hukum apa pun yang memuat frasa Hari Sarjana Nasional.

Ketiadaan itu juga terlihat dari cara peringatannya dijalankan. Tidak ada upacara nasional, tidak ada tema tahunan resmi, dan tidak ada surat pemberitahuan dari kementerian seperti yang lazim menyertai hari besar bernorma hukum.

Sebagai pembanding, dari 14 peringatan nasional yang jatuh di September, hanya dua yang punya keputusan presiden, yaitu Hari Tani Nasional dan Hari Olahraga Nasional.

Klaim soal Sosrokartono Tidak Cocok dengan Tanggalnya

Penjelasan yang paling sering diulang menyebut 29 September bertepatan dengan kelahiran Raden Mas Panji Sosrokartono, kakak Kartini yang dikenal sebagai salah satu orang Indonesia pertama bergelar sarjana dari perguruan tinggi Eropa.

Masalahnya sederhana. Sosrokartono lahir pada 10 April 1877 dan meninggal pada 8 Februari 1952. Tidak ada satu pun dari dua tanggal itu yang jatuh di bulan September.

Tidak ditemukan pula dokumen yang menunjukkan ia menyelesaikan studinya pada 29 September. Tahun kelulusannya sekitar 1899, tanggal persisnya tidak tercatat di sumber yang bisa diperiksa.

Dengan kata lain, kaitan Sosrokartono dengan tanggal 29 September tampak sebagai penjelasan yang ditambahkan belakangan, setelah peringatannya terlanjur berjalan.

Asal-usul yang Paling Sering Disebut

Versi lain menyebut peringatan ini bermula dari ucapan selamat yang diunggah akun resmi kementerian pendidikan pada 29 September 2014, lalu diulang tiap tahun sampai terasa mapan.

Versi ini disebut berulang oleh berbagai pihak, tetapi tidak satu pun mencantumkan tautan unggahannya, nomor unggahan, maupun tangkapan layar arsipnya. Jadi statusnya klaim yang beredar luas, belum bukti yang bisa ditelusuri.

Redaksi mencatat ini sebagai keterbatasan, bukan sebagai temuan.

Kenapa Ini Perlu Diluruskan

Peringatan yang tumbuh dari kebiasaan bukan hal buruk. Banyak hari besar lahir seperti itu dan tetap bermakna bagi yang merayakannya.

Yang bermasalah adalah ketika kebiasaan itu diberi riwayat palsu supaya terdengar resmi. Tanggal lahir seorang tokoh dipindahkan lima bulan demi mencocokkan cerita, lalu kekeliruan itu disalin ribuan kali.

Pada 2026, 29 September jatuh pada hari Selasa. Peringatan lain di bulan yang sama tersedia di daftar hari besar September 2026, dan contoh peringatan yang dokumennya lengkap ada di Hari Tani Nasional.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.