HALALive

Moskow Bidik Turis Muslim Indonesia, Kunjungan Naik 12% pada 2026

Moskow membidik wisatawan Muslim Indonesia lewat pengembangan restoran halal, hotel ramah Muslim, tempat ibadah, dan paket wisata khusus

16 jam yang lalu · 5 mnt baca
Moskow Bidik Turis Muslim Indonesia, Kunjungan Naik 12% pada 2026
epala Departemen Urusan Asia, CIS, dan Amerika Latin Komite Pariwisata Kota Moskow (Mostourism) Maria Pasuginova (kiri), didampingi Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026) ANTARA/Nabil Ihsan
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Pemerintah Kota Moskow semakin serius membidik wisatawan asal Indonesia dengan menjadikan wisata halal dan layanan ramah Muslim sebagai salah satu strategi utama. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil setelah jumlah wisatawan Indonesia yang mengunjungi ibu kota Rusia itu tumbuh 12% pada semester I-2026.

Komite Pariwisata Kota Moskow atau Mostourism mencatat sebanyak 3.600 wisatawan Indonesia datang ke Moskow sepanjang enam bulan pertama 2026. Jumlah itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Departemen Urusan Asia, CIS, dan Amerika Latin Mostourism Maria Pasuginova mengatakan Moskow terus memperluas fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim, mulai dari pilihan makanan halal hingga akomodasi.

“Moskow terus mengembangkan lingkungan yang ramah Muslim, termasuk bagi wisatawan Indonesia, dan kami terus berupaya keras meningkatkan jumlah restoran maupun hotel yang dapat melayani wisatawan Muslim dengan baik,” kata Maria dalam konferensi pers roadshow Mostourism di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Sepanjang 2025, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Moskow mencapai sekitar 7.500 orang. Namun, angka tersebut masih belum kembali ke level sebelum pandemi Covid-19.

Pada 2019, jumlah wisatawan Indonesia yang datang ke Moskow tercatat mencapai sekitar 16.000 orang. Artinya, kunjungan sepanjang 2025 baru berada di kisaran 47% dibandingkan capaian sebelum pandemi.

Kondisi itu membuat Indonesia menjadi salah satu pasar yang masih memiliki ruang besar untuk dipulihkan dan dikembangkan.

Restoran Halal hingga Tempat Salat Dikurasi

Untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan Muslim, Mostourism telah melakukan kurasi terhadap ratusan tempat wisata, hotel ramah Muslim, hingga restoran yang menyediakan makanan halal.

Informasi tersebut disediakan melalui platform resmi Discover Moscow yang dapat digunakan wisatawan untuk mencari destinasi, restoran, akomodasi hingga berbagai fasilitas selama berada di kota tersebut. Platform itu juga mencantumkan masjid dan lokasi lain yang dapat digunakan wisatawan Muslim untuk menjalankan ibadah.

Upaya Moskow memperluas layanan wisata berbasis kebutuhan Muslim tidak hanya terlihat dari promosi kepada wisatawan Indonesia. Pada Juli 2026, Moscow City Tourism Committee juga meluncurkan Discover Moscow dalam bahasa Arab untuk memperluas akses informasi bagi wisatawan dari Timur Tengah. Platform tersebut menyediakan rekomendasi destinasi, aktivitas keluarga, restoran, area belanja hingga informasi perjalanan dalam satu ekosistem digital.

Mostourism juga menyiapkan pemandu wisata yang dapat membantu turis Muslim menemukan restoran halal dan fasilitas lain yang dibutuhkan selama perjalanan.

Pemerintah kota selanjutnya berencana mengembangkan paket wisata khusus yang lebih sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.

“Kami siap mempelajari budaya dan kebiasaan para turis asing serta menciptakan lingkungan yang semakin ramah Muslim di Moskow. Kami memahami pentingnya hal ini bagi wisatawan Muslim dari Indonesia yang hendak berkunjung ke Moskow,” tutur Pasuginova.

Ia berharap promosi yang dilakukan melalui roadshow di Jakarta dapat menjaga momentum pertumbuhan wisatawan Indonesia sekaligus mendekatkan Moskow dengan pelaku industri perjalanan di Tanah Air.

Keluarga muslim memanfaatkan AI untuk merencanakan perjalanan wisata dan mencari restoran halal.
Ilustrasi- Keluarga muslim memanfaatkan AI untuk merencanakan perjalanan wisata dan mencari restoran halal. dok. Periskop.id/ AI Generated Image

Rusia Targetkan 6,5 Juta Wisatawan Asing

Strategi Moskow menggarap pasar Indonesia berlangsung ketika Rusia secara nasional juga berupaya meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara. Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maxim Reshetnikov sebelumnya memperkirakan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Rusia sepanjang 2026 dapat mencapai 6,5 juta orang.

"Kami memperkirakan akan mencapai total 6,5 juta wisatawan asing per akhir tahun," ujar Reshetnikov.

Pada 2025, jumlah wisatawan asing ke Rusia tercatat sekitar 5,8 juta orang atau meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Rusia menjadikan negara-negara Asia sebagai salah satu pasar penting untuk mendorong pertumbuhan tersebut. Selain China dan India, negara-negara Asia Tenggara menjadi sasaran peningkatan kunjungan wisatawan.

Potensi ASEAN sendiri cukup besar. Dalam pertemuan menteri pariwisata ASEAN-Rusia pada Januari 2026, tercatat sebanyak 54.000 kunjungan dari negara-negara ASEAN menuju Rusia sepanjang Januari-September 2025.

ASEAN dan Rusia kemudian mengadopsi Rencana Kerja Sama Pariwisata ASEAN-Federasi Rusia 2026-2030. Program tersebut antara lain berfokus pada peningkatan fasilitasi perjalanan, pariwisata digital dan berkelanjutan, pengembangan tenaga kerja sektor wisata, serta promosi destinasi baru.

Moskow-Jakarta Jajaki Kolaborasi Wisata dan Ekonomi Kreatif

Selain promosi wisata halal, Moskow melihat peluang memperluas hubungan langsung dengan Jakarta sebagai sesama kota besar dan pusat kegiatan ekonomi. Mostourism menyatakan terdapat peluang kerja sama di sektor pariwisata, kebudayaan, hingga ekonomi kreatif, termasuk fesyen dan industri film.

“Kami melihat besarnya potensi kerja sama pada sektor ekonomi kreatif, misalnya, di bidang fesyen dan industri film,” kata Pasuginova.

Kerja sama tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memperbesar hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Rusia, selain hubungan kedua negara yang selama ini banyak berfokus pada perdagangan, investasi, energi, hingga diplomasi.

Hubungan pariwisata kedua negara juga semakin didukung konektivitas penerbangan. Pemerintah Indonesia sebelumnya menyebut peningkatan kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia ikut ditopang penerbangan langsung Moskow-Denpasar.

Dubes Rusia Klaim Moskow Tetap Aman bagi Turis

Di tengah konflik yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina serta dinamika keamanan regional, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov berupaya meyakinkan calon wisatawan Indonesia bahwa aktivitas di Moskow tetap berlangsung normal.

“Situasi di Moskow berjalan seperti biasa, normal, dan tidak ada isu apapun soal keamanan. Kerja sama kita pun tak terganggu, bahkan di bidang pariwisata,” kata Tolchenov.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian dari Pemerintah Rusia. Tolchenov mengatakan pemerintah federal dan Pemerintah Kota Moskow terus mengambil langkah untuk menjaga aktivitas masyarakat dan wisatawan.

Ia juga menyebut wisatawan, pebisnis hingga pejabat Indonesia yang datang ke Moskow tetap menjalankan aktivitasnya di tengah dinamika geopolitik yang berlangsung. Tolchenov mencontohkan, dua pemudi Indonesia yang baru mengikuti program musim panas di kawasan Krasnodar dekat Laut Hitam serta puluhan pemuda Indonesia yang dijadwalkan mengikuti festival internasional di Yekaterinburg.

“Mereka mengaku sangat senang saat mereka di sana,” tambahnya.

Meski demikian, wisatawan tetap perlu memperhatikan perkembangan keamanan terbaru dan panduan perjalanan resmi sebelum bepergian ke wilayah yang terdampak atau berdekatan dengan kawasan konflik.

Bagi Moskow, pertumbuhan 12% wisatawan Indonesia pada semester I-2026 menjadi peluang untuk merebut kembali pasar yang sempat menyusut setelah pandemi. Dengan populasi Muslim Indonesia yang besar, ketersediaan makanan halal, masjid, hotel ramah Muslim, pemandu wisata hingga paket perjalanan yang mengakomodasi kebutuhan ibadah kini diposisikan sebagai salah satu kunci untuk membuat Moskow lebih menarik bagi wisatawan Indonesia.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai rusia, moskow, Pariwisata Ramah Muslim, dan industri halal dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.