Nasional

Penuhi Undangan Putin, Prabowo Bertolak ke Vladivostok Rusia Hadiri Eastern Economic Forum Ke-11

Prabowo bertolak ke Vladivostok untuk menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan dan memperkuat kerja sama Indonesia-Rusia.

7 jam yang lalu · 3 mnt baca
Prabowo
Prabowo Subianto Bertolak ke Rusia untuk Hadiri Eastern Economic Forum Ke-11. (Dok. Setpres)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Vladivostok, Rusia, Selasa (1/9) malam untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.

Lawatan tersebut dilakukan atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menempatkan Prabowo sebagai tamu kehormatan utama forum.

Prabowo didampingi sejumlah pejabat negara dalam penerbangan menuju Rusia, menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Rombongan tersebut mencakup menteri yang menangani bidang ekonomi, luar negeri, energi, pendidikan tinggi, investasi, serta sekretariat kabinet.

Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo dan rombongan lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 23.20 WIB. Sebelum keberangkatan, sejumlah pejabat negara turut melepas Presiden Prabowo di lokasi tersebut.

Teddy menjelaskan, agenda utama kunjungan Prabowo adalah menghadiri EEF ke-11 yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok.

Menurutnya, undangan langsung dari Putin menunjukkan hubungan Indonesia dan Rusia terus dibangun melalui komunikasi antarpemimpin.

“Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin,” kata Teddy.

Menurut Teddy, kehadiran Prabowo dalam forum tersebut bukan kali pertama Rusia memberikan posisi tamu kehormatan kepada Presiden Indonesia tersebut.

Prabowo sebelumnya juga menghadiri forum ekonomi internasional di Rusia pada tahun lalu.

Teddy menyebut Prabowo untuk kedua kalinya dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan Rusia.

Sebelumnya, Prabowo hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada tahun lalu.

“Ini kali kedua Presiden Prabowo dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lalu hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF),” ujar Teddy.

Selain menghadiri forum, Prabowo akan memanfaatkan pertemuan dengan Putin untuk membahas penguatan hubungan bilateral. Teddy mengatakan pembicaraan tersebut diarahkan pada kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara.

Menurut Teddy, sejumlah sektor menjadi perhatian dalam pembahasan bilateral tersebut, antara lain ekonomi, perdagangan, investasi, energi, serta bidang strategis lainnya. Kerja sama di sektor-sektor itu dinilai menjadi bagian dari agenda hubungan Indonesia dan Rusia.

Teddy juga menyampaikan pandangan Rusia terhadap posisi Indonesia di kawasan Asia-Pasifik.

Menurutnya, Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan strategis, sekaligus memiliki peran sebagai anggota ASEAN serta representasi negara-negara Global South dan dunia Muslim.

“Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, anggota ASEAN yang dihormati, serta salah satu negara penting yang merepresentasikan Global South dan dunia Muslim. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global,” kata Teddy.

Dalam kunjungan tersebut, Teddy menegaskan arah diplomasi Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif. Menurutnya, Prabowo terus membangun hubungan dengan berbagai negara sambil mengarahkan diplomasi pada kepentingan nasional.

“Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat,” ujar Teddy.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Vladimir Putin, dan rusia dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.