iklan periskop
Hiburan

Eugene Panji Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun, PARFI Kenang Sang Sutradara Berbakat

Sutradara Eugene Panji meninggal dunia di usia 52 tahun pada 25 Agustus 2026. PARFI mengenang perjalanan dan karya sang sineas Indonesia

3 jam yang lalu · 3 mnt baca
Eugene Panji Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun, PARFI Kenang Sang Sutradara Berbakat
Sutradara Eugene Panji. dok.Instagram @eugenepanji
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Dunia perfilman Indonesia berduka atas meninggalnya sutradara Eugene Panji pada Selasa (25/8/2026). Persatuan Artis Film Indonesia (PB PARFI) mengenang Eugene sebagai sineas berbakat yang meninggalkan jejak melalui film, video klip, hingga berbagai proyek kreatif selama perjalanan kariernya.

Eugene mengembuskan napas terakhir pada usia 52 tahun di RS Siloam Puri Cinere, Depok, Jawa Barat. Hingga Rabu (26/8/2026), pihak keluarga maupun rumah sakit belum mengumumkan secara resmi penyebab meninggalnya sang sutradara.

Ketua Humas PB PARFI Evry Joe menyampaikan belasungkawa atas kepergian Eugene. Menurutnya, industri film Tanah Air kehilangan salah satu sosok yang memiliki kemampuan kuat di balik layar.

“Beliau termasuk sutradara yang berbakat. Kami dari PB PARFI mengucapkan berlangsungkawa sedalam dalamnya atas berpulangnya Alm Mas Eugene Panji di usia 52 tahun,” kata Ketua Humas PB PARFI Evry Joe seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu (26/8).

Evry turut mendoakan agar Eugene berpulang dengan damai serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. “Semua kita bakal berpulang namun Tuhan lebih sayang memanggil hambanya lebih dulu. Selamat jalan mas Panji,” ujar dia.

Kabar meninggalnya Eugene sebelumnya beredar melalui pesan duka yang diterima sejumlah media pada Selasa sore. Keluarga juga meminta masyarakat memaafkan kesalahan mendiang dan mengirimkan doa terbaik bagi Eugene.

Dari Video Klip hingga Layar Lebar

Eugene Panji lahir di Jakarta pada 29 Agustus 1973. Artinya, ia meninggal hanya beberapa hari menjelang ulang tahunnya yang ke-53. Sebelum menekuni film panjang, Eugene lebih dahulu dikenal sebagai sutradara video klip dan iklan televisi.

Sejumlah musisi besar Indonesia pernah bekerja dengannya dalam produksi video musik, mulai dari Slank, Agnez Mo, Tompi, Ipang, Superglad, Ada Band, Govinda hingga Cokelat. Pengalaman di dunia desain dan visual kemudian menjadi modal Eugene memperluas kariernya ke layar lebar.

Film panjang pertamanya sebagai sutradara adalah “Cita-Citaku Setinggi Tanah” yang dirilis pada 2012. Film anak tersebut sekaligus menjadi proyek sosial karena pendapatan dari penayangannya diarahkan untuk membantu Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Karya debut itu juga membawa Eugene memperoleh nominasi Sutradara Terbaik di Piala Maya 2012. Film tersebut turut masuk nominasi Film Bioskop Terpilih, sementara pemeran utamanya, M. Shihab Imam Muttaqin, mendapat nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2012.

Jejaknya di layar lebar berlanjut melalui film musikal anak “Naura & Genk Juara” pada 2017. Setahun kemudian, Eugene bersama Myrna Paramita menyutradarai “22 Menit”, film yang mengambil latar serangan teror di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016.

Pada 2023, Eugene kembali ke layar lebar melalui drama romantis “Bangsatnya Cinta Pertama” yang dibintangi Adinda Thomas, Elang El Gibran, Rania Putrisari, dan Annette Edoarda. Film tersebut merupakan adaptasi dari komik berjudul sama hasil kolaborasi Mice Cartoon dan Eugene Panji.

Selain menyutradarai, Eugene juga dikenal sebagai produser dan kreator yang banyak bergerak di balik proses produksi visual. Indonesian Film Center mencatat filmografinya sebagai sutradara mencakup “Cita-Citaku Setinggi Tanah”, “Naura & Genk Juara”, “22 Menit”, hingga “Bangsatnya Cinta Pertama”.

Kepergian Eugene pun memicu ucapan duka dari sejumlah insan industri hiburan. Penerbit KPG hingga figur seperti Astrid Tiar dan Dira Sugandi termasuk yang menyampaikan rasa kehilangan atas meninggalnya sineas tersebut.

Dengan kiprah yang merentang dari video musik, iklan hingga layar lebar, Eugene Panji meninggalkan warisan karya yang melintasi berbagai medium. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi industri kreatif Indonesia, terutama bagi orang-orang yang pernah bekerja dan tumbuh bersamanya di balik layar.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai obituari, dan Film dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.