Streaming Lagu Dolly Parton Melonjak 1.260%, "Jolene" Tembus Posisi 2 Spotify AS
Streaming lagu Dolly Parton di Spotify melonjak 1.260% secara global setelah ia meninggal. Di AS, lonjakannya mencapai 2.320%

Periskop.id - Kepergian legenda musik country Dolly Parton memicu lonjakan besar terhadap pemutaran karya-karyanya. Jumlah stream lagu Dolly Parton di Spotify secara global melonjak 1.260% pada 25 Agustus 2026, hari ketika penyanyi tersebut meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Data Spotify yang dikutip The Hollywood Reporter menunjukkan lonjakan tersebut dihitung dengan membandingkan pemutaran pada 25 Agustus dengan rata-rata harian selama tujuh hari sebelumnya, yakni 18-24 Agustus. Di Amerika Serikat, kenaikannya bahkan jauh lebih tinggi, mencapai 2.320%.
Angka itu merupakan persentase kenaikan jumlah pemutaran, bukan jumlah absolut stream. Spotify belum memublikasikan secara terbuka total pemutaran dalam angka pasti untuk periode tersebut.
Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana pendengar kembali mengakses katalog musik Parton setelah kabar kematiannya menyebar ke seluruh dunia.
"Jolene" dan "9 to 5" Melonjak di Spotify AS
Sedikitnya tujuh lagu yang melibatkan Dolly Parton masuk dalam daftar lagu harian populer Spotify di Amerika Serikat pada 25 Agustus.
Dua lagu klasiknya bahkan masuk tiga besar. "Jolene" berada di posisi kedua dan "9 to 5" menempati peringkat ketiga, sedangkan duetnya bersama Kenny Rogers, "Islands in the Stream", berada di posisi kedelapan.
Lagu lain yang mengalami peningkatan pemutaran mencakup "I Will Always Love You", "Here You Come Again", "Coat of Many Colors", hingga "There Was Jesus".
Katalog Spotify Dolly Parton saat ini juga menempatkan "Jolene", "Islands in the Stream", "9 to 5", "TYRANT", dan "I Will Always Love You" sebagai beberapa lagu terpopulernya. "TYRANT" merupakan kolaborasi Beyoncé dan Parton yang masuk dalam album Cowboy Carter.
Lonjakan streaming tersebut terjadi ketika penggemar dari berbagai generasi kembali mengenang karya-karya yang membentuk perjalanan panjang Parton di industri musik.
Lebih dari 100 Juta Rekaman Terjual
Dolly Parton meninggal dunia di Nashville, Tennessee, pada Selasa (25/8/2026). Reuters melaporkan keluarganya mengonfirmasi kematian Parton pada usia 80 tahun, sementara perwakilannya menyebut ia sebelumnya menghadapi perjuangan singkat melawan kanker.
Selama hampir enam dekade menjadi salah satu figur utama musik Amerika, Parton membangun katalog yang jauh melampaui genre country.
Reuters mencatat lebih dari 100 juta rekamannya telah terjual di seluruh dunia. Ia juga meraih 11 Grammy Awards, termasuk penghargaan pencapaian seumur hidup, serta memiliki 25 lagu yang pernah menduduki posisi pertama tangga lagu country Billboard.
Kemampuan menulis lagu menjadi salah satu warisan terbesarnya. Parton diperkirakan menulis sekitar 3.000 lagu sepanjang hidupnya, meski hanya sekitar 450 yang direkam sendiri.
Salah satu karya terbesarnya, "I Will Always Love You", kemudian memperoleh kehidupan baru melalui versi Whitney Houston. Sementara "Jolene" telah dibawakan kembali oleh musisi dari berbagai genre dan generasi, termasuk The White Stripes hingga Beyoncé.
Beyoncé hingga Miley Cyrus Beri Penghormatan
Kepergian Parton juga memicu gelombang penghormatan dari musisi dan tokoh hiburan dunia, antara lain Taylor Swift, Beyoncé, Paul McCartney, Reba McEntire dan Jane Fonda.
Beyoncé, yang pernah bekerja sama dengan Parton dalam Cowboy Carter, mengenangnya sebagai sosok yang menjadi rujukan bagi banyak musisi.
“Dolly, kamu adalah barometer. Bintang penunjuk arah. Berani dan cemerlang. Berbakat dan gigih. Kamu mengajarkan begitu banyak pelajaran tentang bagaimana menjadi diri sendiri secara unik,” kata Beyonce.
Penghormatan emosional juga datang dari Miley Cyrus, anak baptis Parton. Hubungan keduanya berlangsung sejak Miley lahir dan berkembang menjadi relasi keluarga sekaligus mentor di industri musik.
Reuters melaporkan Cyrus menyebut kehilangan Parton sebagai pengalaman yang sangat personal. Keduanya beberapa kali tampil bersama, termasuk membawakan "Jolene" pada Grammy Awards 2019 serta "I Will Always Love You" dan "Wrecking Ball" pada acara malam Tahun Baru NBC.
Warisan Dolly Tak Berhenti pada Musik
Besarnya perhatian setelah kematian Parton tidak hanya berkaitan dengan popularitas lagu-lagunya. Ia juga membangun salah satu program literasi anak terbesar di dunia melalui Dolly Parton's Imagination Library.
Program yang diluncurkan pada 1995 tersebut telah membagikan lebih dari 300 juta buku gratis kepada anak-anak di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Republik Irlandia. Sepanjang 2025 saja, lebih dari 40,3 juta buku didistribusikan.
Parton juga pernah menyumbangkan US$1 juta untuk penelitian vaksin COVID-19 di Vanderbilt University pada 2020. Donasi tersebut turut mendukung riset yang berkaitan dengan pengembangan vaksin Moderna.
Sejumlah proyek yang dikerjakannya juga tetap akan diteruskan setelah kematiannya. Sebelum meninggal, Parton tengah menyiapkan berbagai proyek, termasuk film biografi, serial dokumenter, produksi televisi dan musikal Broadway.
Manajer lamanya, Danny Nozell, mengatakan Parton tetap aktif mengembangkan berbagai proyek hingga akhir hidupnya.
"Dolly bekerja hingga hari kematiannya," kata manajer lama Parton, Danny Nozell.
Nozell mengatakan Parton telah bekerja bersama tim pilihannya selama beberapa tahun untuk membuat peta jalan berbagai proyek yang akan dilanjutkan setelah kepergiannya. Di antaranya adalah film biografi, serial dokumenter, musikal, produk dan proyek hiburan lain.
Lonjakan pemutaran Spotify hingga 1.260% secara global dan 2.320% di Amerika Serikat menunjukkan katalog Parton kembali menemukan pendengar dalam skala besar setelah kepergiannya. Lebih dari sekadar respons sesaat terhadap kabar duka, peningkatan itu sekaligus memperlihatkan kuatnya jejak lagu-lagu seperti "Jolene", "9 to 5" dan "I Will Always Love You" lintas generasi.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Spotify, Penyanyi, dan Hollywood dengan mengeklik tautan.
Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.