periskop.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menegaskan komitmennya untuk mendalami indikasi tindak pidana terkait praktik "saham gorengan" di lantai bursa menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini.

“Pasti (akan mendalami). Saat ini pun penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberapa perkara serupa,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Ade Safri Simanjuntak di Jakarta, Jumat (30/1).

Ade Safri menjelaskan kepolisian tidak tinggal diam terhadap kejahatan pasar modal. Sejumlah kasus manipulasi pasar kini tengah dalam proses penanganan serius oleh tim penyidik guna menjaga integritas iklim investasi.

Jenderal bintang satu ini mencontohkan keberhasilan pihaknya dalam menangani kasus yang menyeret Direktur PT Multi Makmur Lemindo, Junaedi. Kasus ini turut melibatkan mantan Kanit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 Divisi PP1 Bursa Efek Indonesia (BEI), Mugi Bayu.

Perkara tersebut kini telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Keduanya terbukti bersalah melanggar Undang-Undang Pasar Modal dan KUHP, dengan vonis penjara 1 tahun 4 bulan serta denda Rp2 miliar.

Langkah tegas Bareskrim ini merespons gejolak pasar setelah IHSG ditutup melemah signifikan pada perdagangan Rabu (28/1). Indeks terperosok 659,67 poin atau 7,35% ke level 8.320,55 akibat kepanikan pasar.

Aksi jual panik atau panic selling tersebut dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga ini tengah melakukan tinjauan ulang terhadap saham-saham di Indonesia terkait isu transparansi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan tajam ini dipicu penilaian MSCI soal rendahnya tingkat saham publik atau floating sejumlah emiten. Laporan itu dianggap membuka tabir dugaan manipulasi harga saham.

“Ini hanya syok sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global gitu,” ujar Purbaya optimis.

Setelah sempat terpuruk, situasi pasar mulai menunjukkan pemulihan pada penutupan perdagangan Jumat sore. IHSG berhasil bangkit atau rebound dengan penguatan 97,41 poin (1,18%) ke posisi 8.329,61.

Tren positif juga diikuti kelompok 45 saham unggulan. Indeks LQ45 tercatat naik 20,52 poin atau 2,52%, parkir di level 833,53 di tengah pelemahan bursa kawasan Asia lainnya.