Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan hingga 0,68% pada perdagangan Rabu (5/8). Kenaikan ini terjadi seiring rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang tercatat di atas ekspektasi pasar.

Secara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada periode tersebut. Angka ini melampaui median proyeksi pasar yang berada di level 5,14% year-on-year.

Proyeksi median tersebut dihimpun dari survei yang melibatkan 34 institusi keuangan. Hasil pertumbuhan riil yang lebih tinggi dari konsensus ini turut menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar saham.

Sentimen positif itu membuat IHSG makin mantap bergerak di jalur hijau. Indeks acuan bursa saham domestik ini tercatat bergerak di rentang 6.316 hingga level tertingginya 6.363 menjelang penutupan perdagangan Sesi I.

Penguatan tidak hanya terjadi pada IHSG. Indeks LQ45, yang berisi kumpulan saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid, juga ikut melesat 0,2% ke posisi 636,45.

Dari sisi jumlah saham yang bergerak, mayoritas justru mencatatkan kenaikan. Sebanyak 420 saham menguat pada perdagangan tersebut.

Sementara itu, hanya 189 saham yang tercatat melemah. Sisanya, sebanyak 177 saham, bergerak stagnan tanpa perubahan harga signifikan.

Data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 menjadi katalis utama penguatan bursa hari itu. Realisasi 5,29% yoy jauh di atas median konsensus yang dipatok pasar sejak awal.

Konsensus pasar yang dihimpun melibatkan puluhan institusi ini biasanya menjadi acuan pelaku pasar dalam memproyeksikan arah pergerakan harga saham. Ketika realisasi ekonomi lebih baik dari perkiraan, respons pasar cenderung positif seperti yang terjadi pada perdagangan Rabu itu.

Komposisi saham yang bergerak menguat lebih dari dua kali lipat dibanding yang melemah menunjukkan luasnya sentimen positif di lantai bursa. Kondisi ini terlihat dari perbandingan 420 saham naik berbanding 189 saham turun pada perdagangan tersebut.