iklan periskop
Pasar Modal

IHSG Anjlok 1,53% Jelang Rebalancing MSCI Agustus

IHSG ditutup melemah 1,53% ke level 6.267 jelang pengumuman rebalancing MSCI, dengan saham sektor industri dan bank jumbo paling tertekan.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
IHSG Anjlok 1,53% Jelang Rebalancing MSCI Agustus
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,53% atau 97,49 poin ke level 6.267 pada perdagangan Selasa (11/8). Pelemahan ini terjadi menjelang pengumuman rebalancing periode Agustus oleh MSCI.

Kelompok saham sektor industri tercatat paling tertekan dibanding sektor lain. Saham-saham bank besar turut terkena imbas, dengan mayoritas ditutup di zona merah.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,18% ke Rp6.300, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 1,44% ke Rp4.120. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah lebih dalam, anjlok 2,74% ke Rp3.550, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) stagnan di level 3.090.

Di luar pergerakan saham perbankan, transaksi crossing turut mewarnai perdagangan hari ini. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat transaksi crossing senilai Rp1,29 triliun dengan rata-rata harga Rp974 per saham.

Transaksi serupa juga terjadi pada saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp400,9 miliar dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) senilai Rp110,7 miliar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi sepanjang hari mencapai 35,4 miliar saham dengan frekuensi 2,19 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.979 triliun, sementara total nilai transaksi mencapai Rp14,51 triliun.

Sebanyak 141 saham ditutup menguat, 542 saham melemah, dan 108 saham lainnya stagnan pada penutupan perdagangan kemarin.

Sepuluh dari sebelas sektor di BEI parkir di zona merah. Sektor industri mencatat penurunan paling dalam, minus 3,49% secara sektoral.

Saham PT Astra International Tbk (ASII) turun 2,60% ke Rp4.870. Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) anjlok lebih tajam, sebesar 5,71% ke Rp99, sedangkan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) terkoreksi 4,96% ke Rp6.700.

Berbeda dari sektor lain, sektor kesehatan justru menguat 0,19% secara sektoral. Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 1,91% ke Rp800, sementara PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) tumbuh 1,69% ke Rp2.400.

Bursa kawasan Asia bergerak variatif. Indeks Nikkei Jepang justru naik 2,08% ke level 66.970, sedangkan Shanghai Composite turun 0,82% ke level 3.934 dan Hang Seng melemah 1,10% ke level 25.652.

Sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan sebagai top gainers. PT Fast Food Tbk (FAST) melesat 14,84% ke level 418, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) naik 12% ke level 84, dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menguat 6,94% ke level 77.

Sementara di jajaran top losers, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun paling dalam sebesar 9,12% ke level 1.445. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melemah 7,02% ke level 795, disusul PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) yang terkoreksi 6,32% ke level 89.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bursa Efek Indonesia (BEI), Morgan Stanley Capital International (MSCI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), BMRI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan Penutupan IHSG Hari Ini dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.