Periskop.id - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bukan disebabkan masalah kesehatan. Ia menyebut Perry hanya mencantumkan alasan pribadi dalam suratnya kepada Presiden Prabowo Subianto.

Prasetyo menerangkan, surat pengunduran diri tersebut tidak memuat keterangan apapun soal kondisi fisik Perry. Menurutnya, permohonan itu murni didasari urusan pribadi tanpa penjelasan lebih rinci.

"Tidak ada [soal kesehatan]. Dalam suratnya hanya menyatakan mengajukan permohonan pengunduran diri karena alasan pribadi," kata Prasetyo, Senin (27/07).

Spekulasi soal kesehatan Perry muncul setelah beberapa pejabat publik belakangan ini mundur dari jabatannya dengan alasan berobat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang misalnya, mengundurkan diri dengan alasan menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

Hotman Paris juga baru saja melepas posisinya sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah karena harus menjalani perawatan syaraf kejepit di luar negeri.

Selain isu kesehatan, Prasetyo turut membantah kabar bahwa mundurnya Perry dipicu tekanan politik dari lingkaran Pemerintahan Prabowo.

Ia justru balik mempertanyakan dari mana asal-usul dugaan tersebut muncul ke publik.

Prasetyo menegaskan, pihak Istana tidak menemukan indikasi apapun yang mengarah pada tekanan politik dalam keputusan Perry mengundurkan diri dari BI.

"Karena alasan pribadi dan tentu kita menghormati dia (Perry)," kata Prasetyo.