Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Senin (27/7), menyusul respons pelaku pasar atas pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,34% ke level 6.175,49 pada pukul 09.26 WIB.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,14 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,59 miliar saham. Pelemahan indeks ini terjadi bersamaan dengan kabar mundurnya Perry dari jabatan orang nomor satu di bank sentral.
Data BEI mencatat sebanyak 381 saham bergerak di zona merah, 211 saham menghijau, dan 373 saham lainnya stagnan. Tekanan terhadap IHSG utamanya berasal dari saham-saham konglomerasi dan bank berkapitalisasi besar.
Dari kelompok konglomerasi, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tercatat melemah paling dalam, yakni 2,82% ke Rp3.450 per unit. Koreksi juga dialami PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 2,30% ke Rp850 per unit.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut terkoreksi 0,95% ke Rp2.080 per unit. Pelemahan serupa terjadi pada PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang turun 0,82% ke Rp6.075 per unit.
Sementara itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 0,57% ke Rp1.735 per unit. Rentetan koreksi pada saham-saham berkapitalisasi besar ini menjadi penekan utama pergerakan indeks pada awal pekan.
Mundurnya Perry Warjiyo memunculkan ketidakpastian sesaat di pasar modal, mengingat posisi Gubernur BI punya peran krusial dalam menjaga arah kebijakan moneter. Kekosongan kepemimpinan di institusi tersebut kerap direspons hati-hati oleh investor, terutama pada sesi perdagangan awal.
Di tengah situasi ini, Destry Damayanti disebut bakal mengemban tugas sebagai pejabat Gubernur BI sementara. Ia dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk membahas kelanjutan kepemimpinan bank sentral pasca kekosongan jabatan tersebut.
Pergerakan bursa regional turut menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa hari terakhir. Bursa Asia sempat menguat dengan sorotan pada dinamika konflik Iran serta musim rilis laporan keuangan emiten.
Kombinasi sentimen domestik dari peralihan kepemimpinan BI dan dinamika regional membuat pelaku pasar cenderung wait and see. Pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kejelasan arah kepemimpinan bank sentral.
Tinggalkan Komentar
Komentar