Korban Gempa Venezuela Capai 235 Tewas, 1.500 Lebih Luka
Gempa kembar M7,2 dan M7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu malam. Korban tewas kini mencapai 235 orang, lebih dari 1.500 lainnya luka-luka.

Periskop.id - Gempa kembar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) malam telah menewaskan 235 orang hingga Jumat (26/8). Lebih dari 1.500 orang turut dilaporkan mengalami luka-luka.
Kementerian Kesehatan Venezuela mengungkapkan angka korban tersebut, sebagaimana dilaporkan AFP. Tim SAR, kepolisian, militer, hingga warga sipil terus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban yang masih tertimbun reruntuhan gedung.
Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez menegaskan status darurat wilayah terdampak. "(Wilayah) ini menjadi zona bencana," ujarnya, seraya menyebut pemerintah menggandeng perusahaan swasta untuk mendatangkan alat berat dan mempercepat operasi penyelamatan.
Gempa pertama berkekuatan M7,2 mengguncang titik sekitar 160 kilometer di barat Caracas. Kurang dari semenit kemudian, gempa susulan bermagnitudo 7,5 langsung menyusul.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut kedua gempa tersebut sebagai yang terkuat melanda Venezuela sejak tahun 1900.
Kerusakan parah terjadi di sejumlah fasilitas strategis. Setidaknya delapan rumah sakit, markas besar Palang Merah Venezuela, serta Kedutaan Besar Prancis termasuk di antara bangunan yang dilaporkan rusak berat.
Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello memaparkan sekitar 70.000 keluarga di negara bagian La Guaira terdampak bencana ini.
La Guaira merupakan wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Caracas sekaligus menjadi lokasi bandara utama ibu kota. Negara bagian ini termasuk yang paling parah terkena dampak gempa.
Bandara Caracas ditutup menyusul kerusakan yang ditimbulkan. Video dari lokasi memperlihatkan kepanikan saat panel langit-langit runtuh, sementara pasokan listrik masih terganggu di sejumlah bagian negara bagian tersebut.
Petugas darurat dan relawan terus menyisir reruntuhan hingga larut malam untuk mencari korban selamat. Di beberapa daerah, warga mengeluhkan lambatnya kedatangan bantuan resmi, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai venezuela, gempa bumi, korban bencana, dan gempa venezuela dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.