Periskop.id - OpenAI mempertimbangkan penundaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) hingga 2027. Opsi itu muncul setelah sejumlah bankir menyarankan perusahaan pencipta ChatGPT itu untuk menahan langkah go public-nya.
Berdasarkan laporan The New York Times, Jumat (26/6), para bankir menilai volatilitas saham-saham teknologi belakangan ini bisa mengikis antusiasme investor ritel terhadap penawaran OpenAI. IPO SpaceX yang memecahkan rekor disebut turut menjadi pemicu kekhawatiran tersebut.
"Kami belum memutuskan waktunya; mungkin akan memakan waktu karena ada hal-hal yang ingin kami lakukan yang mungkin lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan swasta," ujar CEO OpenAI Sam Altman dalam pernyataan resminya saat mengumumkan rencana IPO, awal Juni ini.
Pernyataan itu sekaligus mengonfirmasi ketidakpastian yang menyelimuti jadwal IPO OpenAI. Sam Altman sendiri dikabarkan membidik valuasi US$1 triliun dari proses tersebut.
Sebelum kabar penundaan ini mencuat, OpenAI telah mengajukan permohonan IPO secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada 9 Juni lalu.
OpenAI tak berlomba sendirian menuju Wall Street. Anthropic, pesaing sekaligus pembuat model artificial intelligence (AI) bernama Claude, juga mengajukan permohonan go public secara rahasia hampir di waktu yang bersamaan.
Keduanya dinilai mendesak untuk masuk bursa karena kebutuhan pendanaan yang sangat besar. Pengeluaran masif untuk pembelian chip dan pembangunan pusat data AI menjadi faktor pendorong utama.
Untuk menopang posisinya jelang IPO, OpenAI telah menghimpun dana senilai US$122 miliar dalam putaran pendanaan awal 2026. Pendanaan itu memberi valuasi perusahaan mencapai US$852 miliar.
Angka tersebut memang sudah mendekati target US$1 triliun yang diincar Sam Altman, namun kondisi pasar yang bergejolak membuat para bankir menyarankan kehati-hatian ekstra sebelum melangkah lebih jauh.
"Kami belum memutuskan waktunya; mungkin akan memakan waktu karena ada hal-hal yang ingin kami lakukan yang mungkin lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan swasta," pungkas Sam Altman.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar