Periskop.id - OpenAI bakal menghapus batas penggunaan untuk percakapan berbasis teks di ChatGPT bagi pengguna layanan Free dan Go mulai pekan depan. Perubahan besar ini dibarengi dengan penggunaan GPT-5.6 Luna sebagai model bawaan dan hadirnya tombol "Think" untuk membantu menjawab pertanyaan yang membutuhkan penalaran lebih mendalam.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu perluasan akses terbesar yang dilakukan OpenAI terhadap pengguna nonpremium. Perusahaan menyebut sekitar 1 miliar orang kini menggunakan ChatGPT setiap pekan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pertanyaan sederhana, pencarian web, perencanaan, riset, hingga pengambilan keputusan.
Meski percakapan teks nantinya dapat dilakukan tanpa batas, bukan berarti seluruh fitur ChatGPT bebas dari pembatasan. OpenAI menegaskan batas penggunaan tetap diterapkan untuk unggahan berkas, gambar dan sejumlah fitur atau alat lainnya. Penggunaan tanpa batas juga tetap tunduk pada sistem pengamanan untuk mencegah penyalahgunaan layanan.
TechCrunch dan The Verge juga melaporkan pembaruan tersebut akan mulai dirasakan pengguna Free dan Go secara bertahap. GPT-5.6 Luna dijadwalkan menjadi model utama untuk kedua paket tersebut pada pekan ini. Sedangkan akses percakapan teks tanpa batas dan tombol "Think" menyusul mulai pekan depan.
GPT-5.6 Luna Jadi Model Utama Pengguna Gratis
GPT-5.6 Luna merupakan salah satu dari tiga model dalam keluarga GPT-5.6 yang diperkenalkan OpenAI pada Juli 2026 bersama GPT-5.6 Terra dan GPT-5.6 Sol. Luna diposisikan sebagai model tercepat dan paling ekonomis, sementara Sol menjadi model unggulan untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan dan penalaran lebih tinggi.
Bagi pengguna Free dan Go, tombol "Think" memungkinkan GPT-5.6 Luna mendapatkan waktu penalaran tambahan saat menghadapi pertanyaan yang lebih sulit. Artinya, pengguna tidak hanya memperoleh percakapan teks tanpa batas, tetapi juga bisa meminta AI berpikir lebih mendalam ketika menangani persoalan yang lebih kompleks.
Sementara itu, pelanggan ChatGPT Plus dan Pro mendapat versi terbaru GPT-5.6 Sol. OpenAI mengoptimalkan model tersebut agar lebih akurat terhadap fakta, memberikan jawaban lebih fokus dan menyesuaikan tingkat detail dengan kebutuhan pertanyaan. Pengguna Plus dan Pro juga mendapat fitur penggeser atau thinking slider untuk mengatur seberapa besar penalaran yang digunakan ChatGPT dalam menghasilkan jawaban.
OpenAI mengklaim peningkatan tersebut turut menekan kesalahan faktual. Berdasarkan evaluasi internal terhadap pertanyaan bidang keuangan, medis dan hukum yang membutuhkan ketepatan fakta, respons dengan setidaknya satu kesalahan faktual tercatat sekitar 62% lebih jarang pada GPT-5.6 Luna dan 68% lebih jarang pada GPT-5.6 Sol dibandingkan GPT-5.5 Instant.
Versi GPT-5.6 Sol yang diperbarui ini khusus digunakan untuk pengalaman percakapan di ChatGPT. OpenAI menegaskan model GPT-5.6 Sol yang digunakan pada Work dan Codex tidak mengalami perubahan dalam pembaruan kali ini.
Pengguna ChatGPT Tembus 1 Miliar per Minggu
Perluasan akses tersebut berlangsung ketika penggunaan ChatGPT terus meningkat secara global. OpenAI menyatakan sekitar 1 miliar orang menggunakan ChatGPT setiap minggu. The Wall Street Journal juga melaporkan OpenAI telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif dan sekitar 2 juta bisnis yang menggunakan model AI perusahaan tersebut.
Angka itu menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan Oktober 2025, ketika CEO OpenAI Sam Altman mengumumkan ChatGPT telah mencapai lebih dari 800 juta pengguna aktif mingguan. Dengan demikian, basis pengguna mingguan ChatGPT bertambah sekitar 200 juta atau 25% dalam waktu kurang dari setahun.
Perluasan penggunaan juga terjadi di Indonesia. Saat meluncurkan ChatGPT Go di Indonesia pada September 2025, OpenAI menyebut Indonesia masuk lima pasar terbesar ChatGPT. Jumlah pengguna aktif mingguan di Indonesia saat itu dilaporkan meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam setahun.
Vice President and Head of ChatGPT OpenAI Nick Turley ketika itu mengatakan perusahaan berupaya membuat teknologi AI semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.
"Dengan ChatGPT Go, kami ingin menjadikan teknologi AI termutakhir ini mudah digunakan dan terjangkau sehingga semua orang dapat memperoleh manfaat dari kecanggihan teknologi," kata Nick Turley.
Langkah menghapus batas percakapan teks kini memperluas strategi tersebut. Pengguna yang sebelumnya dapat terkena batas penggunaan setelah mengirim sejumlah pesan nantinya bisa melanjutkan percakapan berbasis teks tanpa menunggu kuota kembali tersedia, sementara fitur yang membutuhkan sumber daya lebih besar seperti unggahan berkas dan gambar tetap memiliki pembatasan tersendiri.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar