Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia, Puluhan Orang Tewas
Gempa magnitudo 7,4 melanda wilayah barat Kolombia hingga menewaskan 69 orang. Tim darurat bergerak cepat mencari para penyintas di bawah reruntuhan.

Periskop.id - Tim darurat bergerak cepat membantu korban dan menyisir penyintas di balik reruntuhan usai gempa magnitudo 7,4 mengguncang pesisir Choco, Kolombia. Bencana hebat yang terjadi pada Senin (10/8) pukul 07.34 waktu setempat itu kini telah menelan 69 korban jiwa.
Dilansir AFP, Selasa (11/8), guncangan kuat berpusat di kedalaman 100 km wilayah San Jose del Palmar. Dampak terparah terdeteksi di wilayah Risaralda dengan korban meninggal mencapai 40 orang.
"Situasinya kritis," ujar Wali Kota Pereira, Mauricio Salazar.
Salazar menyebutkan bahwa jatuhnya puluhan korban jiwa di wilayahnya menjadi perhatian utama tim penyelamat saat ini. Menurutnya, proses evakuasi terus berjalan di tengah kondisi darurat lapangan.
Selain itu, sebaran korban tewas juga tercatat di wilayah lain. Sebanyak 27 orang dilaporkan meninggal di Valle del Cauca, sementara dua orang lainnya tewas di kota Manizales.
Manizales yang dikenal sebagai kawasan penghasil kopi turut mengalami kerusakan infrastruktur yang parah. Guncangan keras bahkan membuat menara katedral kebanggaan kota tersebut runtuh seketika.
"Sangat banyak bangunan mengalami kerusakan," kata pejabat setempat, Jaime Zuluaga.
Zuluaga menilai kehancuran fisik bangunan berdampak langsung pada aksesibilitas warga sekitar. Menurut pengamatannya, kepanikan warga memperparah situasi lalu lintas di area terdampak.
"Arus lalu lintas lumpuh total dan warga enggan kembali ke rumah mereka karena khawatir akan adanya gempa susulan," tutup Zuluaga.
Sebagai informasi, United States Geological Survey (USGS) mencatat pusat gempa berada 280 km sebelah barat Bogota. Kedalaman titik gempa terdeteksi mencapai 107 km di departemen Choco.
Merespons krisis ini, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengumumkan rencana kunjungan kerjanya. Ia menyatakan bakal segera bertolak ke lokasi bencana untuk meninjau penanganan darurat.
Sementara di ibu kota Bogota, sirene darurat yang meraung keras memicu kepanikan massal. Warga yang panik terlihat berhamburan turun ke jalan-jalan kota meski masih mengenakan pakaian tidur.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai kolombia, dan gempa dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.