Periskop.id - Kolombia menjadi negara ketujuh yang memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kepastian itu didapat setelah Los Cafeteros menang 1-0 atas Republik Demokratik Kongo dalam laga kedua Grup K di Estadio Guadalajara, Zapopan, Meksiko, Rabu (24/6) WIB.
Gol tunggal Daniel Muñoz pada menit ke-76 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan alot. Kemenangan ini membuat Kolombia mengoleksi enam poin dari dua laga, setelah sebelumnya juga mengalahkan Uzbekistan 3-1 pada pertandingan pembuka.
Dengan dua kemenangan itu, Kolombia sudah tidak mungkin terlempar dari dua besar Grup K. Mereka menyusul Meksiko, Amerika Serikat, Jerman, Argentina, Prancis, dan Norwegia yang lebih dulu mengamankan tiket ke fase gugur.
Kolombia kini memimpin Grup K dan hanya membutuhkan hasil imbang melawan Portugal pada laga terakhir untuk mengunci status juara grup.
7 Negara Sudah Lolos
Hingga Rabu, tujuh negara sudah memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka adalah Meksiko, Amerika Serikat, Jerman, Argentina, Prancis, Norwegia, dan Kolombia.
Ketujuh tim tersebut sama-sama melaju karena berhasil meraih dua kemenangan dalam dua pertandingan awal fase grup. Dengan enam poin, posisi mereka sudah cukup aman untuk setidaknya finis di dua besar grup masing-masing.
Daftar Negara yang Sudah Lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026:
Meksiko
Amerika Serikat
Jerman
Argentina
Prancis
Norwegia
Kolombia
Masih ada 25 tiket tersisa yang akan diperebutkan pada laga terakhir fase grup. Dalam format baru Piala Dunia 2026, 48 peserta dibagi ke dalam 12 grup berisi empat tim. Dua tim teratas dari setiap grup, ditambah delapan peringkat ketiga terbaik, berhak lolos ke babak 32 besar.
Format ini membuat banyak tim masih punya peluang meski belum berada di posisi dua besar. Namun, pada saat yang sama, laga terakhir grup menjadi sangat menentukan karena selisih gol, produktivitas, dan peringkat ketiga terbaik bisa ikut menentukan nasib.
Kolombia Menang Susah Payah
Meski akhirnya menang, Kolombia tidak mendapatkan tiga poin dengan mudah. RD Kongo sempat memberi ancaman ketika laga belum genap berjalan satu menit melalui Edo Kayembe. Namun, tendangan keras kaki kirinya masih melenceng dari gawang.
Setelah itu, Kolombia mengambil kendali permainan. James Rodriguez, Luis Diaz, Daniel Muñoz, dan Jhon Arias bergantian menekan pertahanan RD Kongo.
Muñoz sempat mendapat peluang pada menit keempat, tetapi sepakannya dari jarak dekat belum mampu menjebol gawang. Dua menit kemudian, ia bahkan sempat menyundul bola masuk ke gawang, tetapi gol dianulir karena offside.
James Rodriguez juga mencoba membuka skor lewat tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Namun, kiper RD Kongo Lionel Mpasi tampil sigap dan mampu menggagalkan peluang tersebut.
Luis Diaz juga beberapa kali nyaris mencetak gol. Aksi cut inside dan tembakan kerasnya masih bisa dimentahkan Mpasi. Bahkan pada menit ke-50, Diaz kembali gagal menaklukkan kiper Le Havre itu lewat sepakan jarak dekat.
Quintero Masuk, Muñoz Menuntaskan
Kebuntuan Kolombia akhirnya pecah setelah pelatih Nestor Lorenzo melakukan perubahan. Pada menit ke-58, ia memasukkan Juan Fernando Quintero dan Jhon Cordoba untuk menambah variasi serangan.
Keputusan itu terbukti tepat. Quintero menjadi pemberi assist untuk gol Muñoz pada menit ke-76.
Muñoz menerima bola di sisi kanan kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kiri ke tiang dekat. Sepakan itu tidak terlalu keras, tetapi arahnya membuat Mpasi salah langkah. Bola masuk dan Kolombia unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi gol kedua Muñoz di Piala Dunia 2026. Bek Crystal Palace itu sebelumnya juga mencetak gol saat Kolombia menang 3-1 atas Uzbekistan.
Setelah laga, Muñoz menegaskan kemenangan itu bukan hanya soal dirinya.
"We secured the three points as a team, as Colombia; here, we're one family," kata Muñoz kepada televisi Kolombia.
Empat menit setelah gol Muñoz, Luis Diaz sempat mencetak gol kedua Kolombia. Namun, gol itu kembali dianulir karena offside.
RD Kongo mencoba mengejar pada sisa pertandingan. Peluang terbaik mereka datang melalui tendangan jarak jauh Nathanael Mbuku pada menit ke-90+1, tetapi bola masih mampu diselamatkan kiper Kolombia Camilo Vargas.
Skor 1-0 bertahan hingga akhir laga.
Kolombia Ulangi Capaian 1990, 2014, dan 2018
Keberhasilan lolos dari fase grup menjadi capaian penting bagi Kolombia. Sepanjang sejarah Piala Dunia, ini menjadi kali keempat Kolombia mampu menembus fase gugur.
Sebelumnya, Kolombia lolos dari fase grup pada edisi 1990, 2014, dan 2018. Pada 1990 dan 2018, langkah mereka terhenti di babak 16 besar. Sementara pada 2014, Kolombia mencatat prestasi terbaik dengan melaju hingga perempat final.
Kini, generasi baru Kolombia mencoba membuka peluang lebih jauh. Skuad asuhan Nestor Lorenzo punya kombinasi pemain berpengalaman seperti James Rodriguez dan pemain yang sedang berada dalam performa tinggi seperti Luis Diaz, Daniel Muñoz, Jhon Arias, dan Jhon Lucumi.
Kemenangan atas RD Kongo menunjukkan Kolombia punya modal penting di turnamen besar: sabar saat buntu, disiplin menjaga struktur, dan mampu menemukan solusi lewat pemain pengganti.
Duel Lawan Portugal Tentukan Juara Grup
Meski sudah lolos, Kolombia masih punya pekerjaan penting pada laga terakhir Grup K. Mereka akan menghadapi Portugal di Stadion Miami, Minggu (28/6) pukul 06.30 WIB.
Hasil imbang sudah cukup bagi Kolombia untuk finis sebagai juara Grup K. Namun, laga melawan Portugal tetap penting karena posisi akhir grup dapat menentukan jalur lawan di babak 32 besar.
Portugal sendiri juga masih menjadi salah satu tim yang harus diperhitungkan. Setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo, Portugal kemudian menang besar 5-0 atas Uzbekistan.
Karena itu, duel Kolombia vs Portugal bukan sekadar laga formalitas. Pertandingan tersebut bisa menjadi ujian serius pertama Kolombia sebelum masuk fase gugur.
Lorenzo juga menilai Portugal bukan tim yang hanya bergantung pada satu nama. Menurutnya, Kolombia tidak boleh hanya fokus kepada Cristiano Ronaldo.
Wakil Asia Belum Ada yang Lolos
Dari kawasan Asia, belum ada wakil yang memastikan tempat di babak 32 besar hingga Kolombia menjadi tim ketujuh yang lolos. Namun, beberapa tim Asia masih punya peluang besar, termasuk Korea Selatan, Australia, Jepang, dan Iran.
Nasib mereka akan ditentukan pada laga terakhir fase grup. Dengan format delapan peringkat ketiga terbaik, peluang Asia tetap terbuka, tetapi setiap poin dan selisih gol menjadi sangat penting.
Di sisi lain, Yordania sudah dipastikan tersingkir. Tim debutan itu kalah beruntun dari Austria 1-3 dan Aljazair 1-2. Meski masih menyisakan satu pertandingan, hasil dua laga awal sudah membuat langkah mereka terhenti di fase grup.
Selain Yordania, beberapa tim lain juga sudah dipastikan angkat koper, termasuk Haiti, Turki, Tunisia, dan Panama.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar