Internasional

Putin Dan Xi Jinping Bertemu Bahas Kerja Sama Inovasi Digital dan AI

Presiden Vladimir Putin mengajak China bekerja sama di bidang AI dan inovasi digital saat bertemu Xi Jinping pada KTT SCO di Kirgistan.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Vladimir Putin Dan Xi Jinping
Vladimir Putin Dan Xi Jinping Sepakat Memperluas Kemitraan Strategis Bidang Kecerdasan Buatan. (Dok. Kedubes China)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Presiden Rusia Vladimir Putin resmi mengajak Presiden China Xi Jinping untuk mempererat kemitraan strategis. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta inovasi teknologi digital.

Ia menyampaikan tawaran bilateral tersebut secara langsung dalam pertemuan khusus di Kirgistan. Rencana besar ini diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Keduanya bertemu di negara Asia Tengah itu untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Pertemuan puncak blok regional tersebut diagendakan berlangsung selama dua hari sebagai penyeimbang kekuatan Barat.

Dalam kesempatan itu, Putin menyampaikan secara terbuka optimisme atas dinamika hubungan kedua negara.

"Kerja sama berkembang dengan sukses di berbagai bidang," ujar Putin seperti dikutip dari AFP, Selasa (1/9).

Ia menjelaskan, percepatan sektor teknologi informasi menjadi momentum vital bagi kemajuan ekonomi bersama. Langkah ini sekaligus memperkuat koordinasi strategis yang telah terbangun dalam beberapa tahun terakhir.

Putin menilai, integrasi teknologi mutakhir bakal menghadirkan terobosan baru bagi pasar domestik Moskow maupun Beijing. "Inovasi digital, termasuk teknologi kecerdasan buatan, juga membuka peluang baru bagi pembangunan ekonomi negara kita," tutup Putin.

Sebagai catatan, agenda perundingan tingkat tinggi ini menjadi momen tatap muka perdana bagi kedua pemimpin pascapertemuan mereka di Beijing pada Mei lalu. Hubungan bilateral kedua negara terus menunjukkan tren penguatan yang signifikan.

Langkah diplomasi Moskow dipererat setelah pasukan militernya menghadapi dinamika konflik panjang di Ukraina yang telah berjalan empat setengah tahun. Di sisi lain, Beijing tetap menjadi mitra dagang utama sekaligus pembeli minyak terbesar Rusia tanpa pernah melontarkan kecaman resmi.

Sementara itu, Kremlin dinilai tengah memperketat pengawasan di ruang siber melalui pembatasan aplikasi pesan serta pemadaman internet secara berkala. Kebijakan ini diambil seiring meningkatnya perhatian pemerintah terhadap keamanan infrastruktur digital nasional.

Pemerintah Rusia turut mengarahkan publik untuk beralih ke Max, yakni platform pesan serbaguna tanpa enkripsi yang disokong negara. Langkah migrasi serta ancaman pemblokiran situs asing ini memicu sorotan tajam dari para aktivis hak asasi atas isu privasi pengguna.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Xi Jinping, Vladimir Putin, dan AI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.