iklan periskop
Ketenagakerjaan

Gen Z Hobi Ghosting Email Kantor, Riset Ungkap 82% Lebih Sering daripada Gen X

Riset mengungkap Gen Z 82% lebih sering mengabaikan email kantor dibanding Gen X. Stres, lupa, dan proses rumit disebut jadi pemicunya.

1 hari yang lalu · 2 mnt baca
Gen Z Hobi Ghosting Email Kantor, Riset Ungkap 82% Lebih Sering daripada Gen X
Gen Z mengabaikan (ghosting) email kantor. Ilustrasi dihasilkan oleh AI.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Gen Z kerap menjadi sasaran stereotip negatif di dunia kerja. Walau sebagian besar label tersebut tak berdasar, ada satu kebiasaan unik kelompok usia muda ini yang akhirnya terbukti lewat data riset, yakni kecenderungan mereka mengabaikan email pekerjaan dibanding rekan kerja dari generasi yang lebih senior.

Fenomena ini terungkap dalam studi terhadap 1.000 karyawan oleh Sign.com yang dihimpun oleh Your Tango. Peneliti menemukan bahwa Gen Z memiliki kecenderungan 82% lebih tinggi dibanding Gen X dalam hal menghindari email yang memerlukan tindak lanjut atau tindakan tertentu.

Tak hanya itu, sebanyak 3 dari 5 pekerja dewasa Gen Z dilaporkan kerap melakukan aksi ghosting terhadap dokumen kantor. Mereka kerap membuka dokumen yang masuk, namun tak pernah menandatangani atau mengeditnya hingga tuntas.

Bukan Disengaja, Ini Murni Masalah Lupa dan Kebingungan

Uniknya, kebiasaan mengabaikan pesan ini rupanya sebagian besar terjadi tanpa niat buruk dari para pekerja Gen Z.

Data Sign.com menunjukkan bahwa 46% responden Gen Z mengira mereka sudah menandatangani dokumen kerja yang diminta, tetapi baru menyadari belakangan bahwa tindakan tersebut ternyata belum dilakukan. 

Di sisi lain, sekitar 40% responden secara jujur mengaku sengaja menghindari pesan email yang sekiranya menuntut tindakan rumit, seperti kewajiban login ulang atau menandatangani berkas.

Alasan utama di balik perilaku ini berkaitan erat dengan beban mental. Merujuk hasil survei terhadap 2.000 pekerja kantor di Amerika Serikat oleh Babbel, sebagaimana dikutip dari CNBC Make It, mayoritas karyawan merasa bahwa volume email kerja yang masuk setiap hari terasa sangat memicu stres.

Komunikasi pekerjaan melalui pesan tertulis memang bisa memberikan tekanan tersendiri. Namun, tekanan tersebut berdampak jauh lebih berat bagi pekerja Gen Z, sehingga mereka memilih membiarkan pesan-pesan tersebut menumpuk di kotak masuk sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri.

Pentingnya Menjaga Keseimbangan dan Batasan Kerja

Meski penumpukan email dipicu oleh stres, mengabaikan kewajiban pekerjaan tentu bukan solusi jangka panjang. P

ara ahli menyarankan agar pekerja Gen Z mulai belajar menemukan titik seimbang antara menjaga profesionalisme dan menerapkan batasan ruang pribadi agar terhindar dari burnout.

Tingkat produktivitas seseorang memang tak melulu diukur dari seberapa cepat ia membalas semua email. Namun, merespons pesan-pesan penting secara berkala tetap menjadi bagian krusial dalam menjaga kelancaran alur kerja tim di kantor.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Gen Z dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.