Komoditas

Harga Minyak Tembus US$95 usai AS-Iran Saling Serang

Harga minyak dunia melonjak nyaris 1% usai Amerika Serikat dan Iran saling serang, memicu kekhawatiran gangguan pasokan lewat Selat Hormuz.

46 menit yang lalu · 2 mnt baca
Harga Minyak Tembus US$95 usai AS-Iran Saling Serang
Ilustrasi Pengeboran MInyak. Foto: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga minyak dunia naik hampir 1% ke level US$95 per barel pada perdagangan Rabu (2/9). Kenaikan ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan menyusul aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada malam sebelumnya.

Berdasarkan laporan Reuters, kontrak berjangka minyak Brent naik 87 sen atau 0,92% menjadi US$95,52 per barel pada pukul 00.08 GMT atau 07.08 WIB. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ikut menguat 80 sen atau 0,89% menjadi US$91,02 per barel.

Kedua kontrak tersebut bahkan melonjak lebih dari US$4 sehari sebelumnya, Selasa (1/9). Penguatan itu tercatat sebagai yang terbesar untuk Brent sejak 24 Juli dan untuk WTI sejak 23 Juli.

Lonjakan harga terjadi setelah AS melancarkan serangkaian serangan udara ke sejumlah target di Iran pada malam hari, yang kemudian dibalas Iran. Eskalasi ini disebut sebagai yang paling serius antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

"Serangan tersebut dilakukan setelah upaya serangan terbaru oleh IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut," ujar Komando Pusat AS (U.S. Central Command) dalam unggahan di media sosial X, Selasa (1/9).

Merespons hal itu, IRGC menegaskan serangan AS justru akan semakin membatasi lalu lintas di Selat Hormuz. Jalur perairan tersebut sebelumnya membawa sekitar seperlima dari konsumsi minyak global, namun kini ditutup Iran untuk pelayaran komersial.

IRGC juga mengklaim telah menargetkan pangkalan militer AS di Yordania dengan rudal balistik dan menyebut serangan itu menewaskan banyak pasukan Amerika. Media pemerintah Iran turut melaporkan serangan pesawat nirawak dalam skala besar terhadap pangkalan AS di Bahrain sebagai balasan.

Militer Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 10 dari 13 rudal balistik yang memasuki wilayah udaranya. Sementara itu, dua pejabat AS mengatakan belum ada laporan korban dari pihak Amerika akibat rangkaian serangan tersebut.

Kuwait secara terpisah menyatakan angkatan bersenjatanya turut merespons aktivitas pesawat nirawak yang dianggap bermusuhan di kawasan tersebut.

Pertukaran serangan terbaru ini bermula sejak akhir pekan lalu dan menjadi eskalasi pertama sejak Juli. Bentrokan AS-Iran juga terjadi setelah serangan terhadap dua kapal tanker yang berangkat dari Selat Hormuz pada Senin lalu, sehingga pasokan minyak semakin terganggu dan mendorong pelaku usaha mencari alternatif jalur pengiriman minyak mentah.

Di tengah gejolak tersebut, persediaan minyak mentah AS selaku produsen terbesar dunia tercatat turun 2,6 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus. Data American Petroleum Institute (API) turut mencatat persediaan produk sulingan, termasuk diesel dan minyak pemanas, ikut turun 265 ribu barel pada periode yang sama.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai harga minyak dunia, West Texas Intermediate (WTI), Brent Crude, dan konflik Iran - AS dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.