Periskop.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten mengungkapkan, saat ini masih menetapkan Tangerang dalam status waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sesuai peringatan dari BMKG. 

"Karena kondisi masih waspada, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap selalu menjaga keselamatan dan membawa kebutuhan pokok," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang Minggu (25/1).

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, maka bisa menghubungi layanan Emergency Call Center 112 atau hotline BPBD Kota Tangerang di 021-5582144 agar dapat segera ditindaklanjuti. 

"Kami sudah siagakan petugas selama 24 jam dengan sistem bergantian. Kita mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat sesuai instruksi langsung Wali Kota Sachrudin," ujarnya.

Mahdiar menambahkan, meski banjir di sejumlah wilayah sudah surut, namun petugas gabungan masih disiagakan di lokasi terdampak untuk membantu warga.

BPBD Kota Tangerang bersama unsur TNI-Polri, OPD terkait, aparat wilayah, serta relawan terus melakukan monitoring lapangan. Juga melakukan penyedotan genangan di fasilitas umum, pengerahan personel dan perahu, serta membantu mobilisasi warga di area terdampak. 

"Selain itu, posko kesehatan dan dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Petugas juga membantu distribusi logistik serta mendukung pelayanan tenaga medis di lokasi banjir," kata Mahdiar. 

Sementara itu DLH Kota Tangerang menerjunkan personil untuk melakukan pembersihan sampah pascabanjir di kawasan Jalan Villa Mutiara Pluit Kelurahan Periuk. Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Tangerang Iwan mengatakan langkah ini diambil guna mengantisipasi munculnya sarang penyakit dan penyumbatan drainase yang dapat memicu banjir susulan.

Fokus pembersihan tidak hanya menyasar area jalan raya, tetapi juga menyisir saluran-saluran air yang tersumbat material hanyutan. Hal ini dilakukan demi meminimalisir risiko penyebaran penyakit khas pascabanjir, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga lainnya.
Banjir Empat Meter
Asal tahu saja, selain Kota Tangerang ,Jumat (23/1) lalu, luapan Sungai Cidurian hingga merendam ratusan pemukiman warga di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan ketinggian empat meter. Peristiwa ini membuat 500 jiwa penghuni di daerah itu harus mengungsi ke tempat lebih aman.

Dari ratusan rumah warga yang terletak di RT 04, RW 05 hampir seluruhnya tenggelam akibat luapan aliran sungai yang terjadi sejam Jumat (23/1) dini hari. Camat Jayanti Yandri Permana di Tangerang mengatakan, banjir yang terjadi hari ini berdampak pada 702 kepala keluarga (KK) atau 2.532 jiwa.

"Hampir seluruh rumah di RW 04 terendam banjir. Kemudian di RT 05 yang lokasinya lebih tinggi, sekitar sepertiga rumah juga sudah terendam," ungkapnya.

Menurutnya, jumlah warga yang terdampak pun terus bertambah imbas ketinggian air yang makin meningkat. Dimana, sebagian korban kini mulai berusaha mengevakuasi barang berharga menggunakan perahu karet.

Kemudian, ratusan korban banjir mulai mengungsi ke posko pengungsian, namun ada juga yang mengungsi di rumah saudaranya. Yandri mengatakan, selain luapan Sungai Cidurian, curah hujan yang tinggi beberapa hari belakang ini makin memperparah kondisi banjir di Perumahan Taman Cikande.

"Ketika volume air sungai sudah sangat tinggi lalu ditambah hujan deras yang terus-menerus, air di kawasan perumahan tidak bisa mengalir kembali ke sungai," tuturnya.

Dia menjelaskan, untuk lokasi aman dari titik banjir terdapat empat posko pengungsian yang dihuni 500 jiwa. Dimana, mereka mayoritas kelompok lansia yang mengalami stroke, anak dengan kondisi disabilitas, serta sekitar 10 balita.