Kota

Lapak Pedagang Subuh Kramat Jati Cuma Muat 120, Pramono Siapkan Lokasi Baru dalam 3 Minggu

Pemprov DKI siapkan lahan alternatif dalam 3 minggu untuk tampung 471 pedagang subuh Kramat Jati yang tak muat di Lokbin.

13 jam yang lalu · 2 mnt baca
Lapak Pedagang Subuh Kramat Jati Cuma Muat 120, Pramono Siapkan Lokasi Baru dalam 3 Minggu
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id – Relokasi pedagang kaki lima pasar subuh di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, masih menyisakan kendala keterbatasan kapasitas tempat penampungan di Lokasi Binaan (Lokbin) resmi milik pemerintah daerah.

Koordinator Pedagang Subuh Kramat Jati Muhtarom mengungkapkan, daya tampung lapak yang layak pakai di Lokbin Kramat Jati saat ini baru mampu menampung sebagian kecil dari total ratusan pedagang yang terdata aktif.

“Pedagang subuh ini sebanyak 614, cuma yang di Lokbin ini adanya tempat 143, cuma yang layak dipakai itu hanya 120. Jadi sisanya tuh sekitar 471. Nah, saya yang diharapkan kepada Pak Gubernur, minta kebijakan sebelum ada tempat yang layak, itu pedagang tetap di trotoar akan diatur lebih rapi, lebih tertib,” kata Muhtarom, di Pasar Kramat Jati, Selasa (1/9).

Merespons aspirasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur telah memetakan lahan alternatif baru yang berlokasi tidak jauh dari kawasan pasar eksisting.

Pramono menargetkan penyiapan sarana dan fisik lahan alternatif tersebut rampung dalam kurun waktu tiga minggu ke depan. Hal ini dilakukan agar seluruh pedagang subuh yang belum terakomodasi dapat segera berjualan secara tertib.

“Ada alternatif tempat yang saya sudah bisa dan sudah saya sampaikan kepada Pak Muhtarom untuk digunakan tempat itu. Mudah-mudahan itu bisa dipersiapkan dalam waktu yang singkat. Kalau itu bisa dilakukan, maka persoalan kekurangan lokasi bagi para pedagang itu segera terselesaikan,” tegas Pramono.

Pramono menambahkan, penataan kawasan pasar subuh yang telah berjalan puluhan tahun ini mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis tanpa penggusuran sepihak. Penataan ini juga dilakukan untuk memastikan ruang publik dan jalan raya kembali tertib.

Terkait pedagang ikan yang masih terpantau berjualan di area depan pintu masuk, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan, lapak tersebut berada di lahan privat dan akan diselesaikan melalui pendekatan khusus agar tidak mengganggu ketertiban umum.

“Jadi mungkin yang dilihat ada pedagang ikan yang masih ada di depan, itu sekitar 4. Itu lokasinya kan bukan di atas trotoar dan badan jalan, itu di lokasi privat. Nanti akan menjadi tindak lanjut sendiri buat kita, tetap untuk diselesaikan, tapi pendekatannya mungkin dengan cara yang lain,” jelas Munjirin.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai pramono anung, Pasar Kramat Jati, dan DKI Jakarta dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.