APBN 2026, Prabowo: Pendapatan Negara Tumbuh 21,3%, Defisit APBN Terjaga 0,91%
Presiden Prabowo Subianto klaim pendapatan negara tumbuh 21,3% hingga Juli 2026, sementara defisit APBN tetap terjaga di 0,91% terhadap PDB

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengklaim pendapatan negara tumbuh signifikan sebesar 21,3% hingga akhir Juli 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Klaim ini disampaikan dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027.
Prabowo mengawali pemaparannya dengan menggambarkan situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian sepanjang 2026. Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi latar belakang penting dalam menilai capaian fiskal Indonesia.
"Kita memasuki tahun 2026 dalam keadaan dunia yang tidak menentu, yang tidak mudah," kata Prabowo dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menegaskan di tengah tekanan global tersebut, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Prabowo menyebut pertumbuhan ekonomi semester pertama tahun ini sebagai yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
"Namun di tengah tekanan dan ketidakpastian global tersebut, kita bersyukur perekonomian kita tetap berdiri tegak. Ekonomi kita pada semester pertama tahun ini tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi masih tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat," ujar Prabowo.
Ia merinci kinerja APBN secara lebih spesifik hingga pertengahan tahun ini. Prabowo menyebut pertumbuhan pendapatan negara yang signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Yang lebih penting APBN kita bekerja optimal. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi, 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini peningkatan yang cukup signifikan," tegas Prabowo.
Ia menambahkan data pertumbuhan belanja negara yang turut menunjukkan tren positif pada periode yang sama. Prabowo menegaskan arah kebijakan belanja tersebut difokuskan untuk kepentingan rakyat secara langsung.
"Belanja negara tumbuh kuat, 18,2 persen. Belanja kita arahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik dan menggerakkan ekonomi," papar Prabowo.
Ia menegaskan meski belanja negara tumbuh signifikan, defisit anggaran tetap berada pada level yang terkendali. Prabowo menyebut hal ini sebagai bukti keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan seiring dengan kedisiplinan fiskal.
"Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya nol koma sembilan satu persen terhadap produk domestik bruto. Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama dengan disiplin fiskal," tambah Prabowo.
Data kinerja fiskal ini disampaikan Prabowo dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 yang digelar dalam rangka pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPR RI.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, Nota Keuangan, dan apbn 2026 dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.