Prabowo: CT Scan dan Mamografi Kini Hadir di Daerah Terpencil
Presiden Prabowo Subianto laporkan 22 dari 66 RS di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar sudah beroperasi, dilengkapi alat CT scan dan mamografi

Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto melaporkan progres terbaru pembangunan rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia. Laporan ini disampaikan dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027.
Prabowo mengingatkan kembali langkah awal pembangunan rumah sakit yang telah dilakukan pemerintah di kawasan 3T. Ia merinci jumlah rumah sakit yang telah resmi beroperasi hingga saat ini.
"Langkah awal kita, kita telah membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal terdepan dan terluar. Dan hari ini saya melaporkan dari 66 rumah sakit tersebut 22 sudah operasional," kata Prabowo dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menjelaskan fasilitas medis modern yang telah tersedia di rumah sakit-rumah sakit tersebut, yang sebelumnya sulit diakses masyarakat di wilayah terpencil. Prabowo merinci sejumlah alat kesehatan canggih yang kini telah hadir di daerah tersebut.
"Kita telah membawa alat periksa jantung CT scan, mamografi USG dan layanan modern ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke tempat-tempat yang sangat jauh," ujar Prabowo.
Update capaian RS di daerah 3T ini disampaikan Prabowo sebagai bukti awal keberhasilan sebelum ia mengumumkan rencana revitalisasi 441 RSUD tambahan di seluruh Indonesia. Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 ini digelar dalam rangka pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPR RI.
Renovasi 10.000 Puskesmas
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana renovasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia mulai 2027. Pengumuman ini disampaikan dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027.
Prabowo mengungkap kondisi memprihatinkan sejumlah puskesmas yang belum pernah direnovasi selama puluhan tahun. Ia menegaskan hal ini sebagai temuan yang mendorong pemerintah mengambil langkah besar perbaikan fasilitas kesehatan dasar tersebut.
"Kita akan memperbaiki seluruh puskesmas di Indonesia. Ternyata puskesmas kita sudah puluhan tahun tidak diperbaiki," kata Prabowo dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menjelaskan peran strategis puskesmas sebagai fasilitas kesehatan pertama yang diakses masyarakat. Prabowo merinci berbagai fungsi puskesmas mulai dari pemeriksaan kandungan hingga deteksi dini penyakit.
"Puskesmas harus menjadi benteng pertama yang menjaga kesehatan bangsa. Puskesmas adalah pintu pertama negara ketika rakyat sakit. Di sanalah ibu memeriksa kandungan. Bayi mendapat imunisasi. Anak diperiksa pertumbuhannya. Penyakit dideteksi sebelum menjadi lebih berat," ujar Prabowo.
Ia merinci skala program renovasi puskesmas yang akan dimulai pada tahun anggaran mendatang. Prabowo menyebut jumlah puskesmas dan kecamatan yang akan tercakup dalam program tersebut, beserta besaran anggaran per unit.
"Mulai tahun 2027 pemerintah akan merenovasi 10.000 puskesmas di 7.280 kecamatan di seluruh Indonesia. Setiap puskesmas akan memperoleh anggaran perbaikan sekitar Rp4 miliar," tegas Prabowo.
Ia menegaskan daerah-daerah dengan kondisi geografis lebih sulit akan mendapat alokasi anggaran lebih besar. Prabowo menekankan prinsip keadilan dalam distribusi anggaran renovasi tersebut.
"Tentunya daerah yang lebih terpencil, daerah yang lebih terluar dan tertinggal harus mendapat lebih," papar Prabowo.
Ia menambahkan program serupa juga akan menyasar laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota. Prabowo menetapkan batas waktu penyelesaian program renovasi puskesmas dan labkesmas tersebut.
"Kita juga akan merenovasi dan membangun lebih baik lagi 514 laboratorium kesehatan masyarakat atau Labkesmas di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Program renovasi puskesmas dan labkesmas ini harus selesai paling lambat pada tahun 2030," tambah Prabowo.
Rencana renovasi puskesmas ini disampaikan Prabowo sebagai langkah besar pertama dari transformasi sektor kesehatan yang diumumkannya dalam pidato tersebut. Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 ini digelar dalam rangka pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 DPR RI.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, Sidang Tahunan MPR, dan Nota Keuangan dengan mengeklik tautan.






Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.