iklan periskop
Nasional

Warga Pati Demo Tuntut Bupati Lengser dari Jabatan

Unjuk rasa ini jadi simbol perlawanan warga terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil dan sikap pemimpin yang dinilai tidak mencerminkan etika kepemimpinan.

11 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Warga Pati Demo Tuntut Bupati Lengser dari Jabatan
Aksi ribuan warga di depan pendopo Kabupaten Pati, untuk menuntut Bupati Pati Sudewo agar mengundurkan diri dari jabatannya, di Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Sedikitnya seribu warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, turun ke jalan pada Rabu (13/8) pagi untuk menyuarakan tuntutan mereka: meminta Bupati Pati, Sudewo, mundur dari jabatannya. Aksi ini berlangsung di Alun-alun Kota Pati, tepat di depan pintu masuk Pendopo Kabupaten. 

Warga menilai Sudewo sebagai pemimpin yang arogan, terutama terkait kebijakan pajak yang dinilai memberatkan masyarakat. Unjuk rasa ini dipimpin oleh Husen sebagai inisiator dan Syaiful Ayubi sebagai orator.

Mengutip Antara, pemicu utama kemarahan warga adalah kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati yang menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250%. Meski tidak semua objek pajak mengalami kenaikan sebesar itu, sebagian hanya naik 50%, kebijakan ini tetap dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil. Kekecewaan warga semakin memuncak setelah pernyataan Bupati yang dinilai menyakitkan hati masyarakat.

Dalam pernyataannya, Sudewo menyebut bahwa masyarakat dipersilakan berunjuk rasa, bahkan jika jumlahnya mencapai 5.000 atau 50.000 orang sekalipun. 

Pernyataan ini dianggap meremehkan aspirasi warga dan memperkuat kesan bahwa sang Bupati tidak peduli terhadap keresahan masyarakat. Sebagai bentuk solidaritas, warga mulai menggalang donasi air mineral kemasan dos yang ditempatkan di sepanjang trotoar depan pendopo dan kawasan Alun-alun Pati.

Aksi yang dimulai pukul 08.00 WIB itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Petugas berjaga di berbagai sudut pintu masuk Alun-alun untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama demonstrasi berlangsung. 

Hingga pukul 09.00 WIB, jumlah peserta aksi terus bertambah, menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap tuntutan pelengseran Bupati.

Unjuk rasa ini menjadi simbol perlawanan warga terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil dan sikap pemimpin yang dinilai tidak mencerminkan etika kepemimpinan. 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kebijakan pajak daerah, Bupati Teluk Wondama Elysa Auri, sudewo bupati pati, demo bupati, demo pati, dan Polemik Bupati Pati dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.