Periskop.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan sebanyak 300 ribu-400 ribu kelompok lanjut usia (lansia) dan sekitar 36 ribu penyandang disabilitas, menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini.
"Sebenarnya ini perluasan sasaran saja dan dilakukan melalui integrasi program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan layanan perlindungan sosial yang selama ini dikelola Kementerian Sosial," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis (5/2) seperti dilansir Antara.
Ia menjelaskan, layanan makan bergizi bagi lansia sebenarnya telah berjalan melalui program Kementerian Sosial. Namun, ke depan, akan diselaraskan dengan skema MBG agar penyaluran lebih terintegrasi dan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas.
Kementerian Sosial mengonfirmasi pendataan calon penerima manfaat lansia dan penyandang disabilitas, saat ini masih dilakukan bersama pemerintah daerah. Hal ini untuk memastikan ketepatan sasaran, termasuk menentukan mekanisme distribusi makanan.
Adapun penyediaan makanan akan dipusatkan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kemudian penyalurannya kepada lansia dan penyandang disabilitas, akan melibatkan petugas Kementerian Sosial, caregiver/perawat profesional, maupun relawan sosial.
Untuk sasaran lansia, menurut Saifullah jumlah penerima manfaat akan ditingkatkan dari sekitar 136 ribu orang menjadi 300 ribu-400 ribu orang. Tidak menutup kemungkinan mereka yang tinggal di Panti Werdha meskipun angka final masih menunggu hasil simulasi dan pemutakhiran data.
Dua Kali Sehari
Sementara untuk penyandang disabilitas, program MBG ditargetkan menjangkau sekitar 36 ribu penerima manfaat, dengan pemberian makanan bergizi dua kali sehari, yakni pada pagi dan siang hari.
"Itu kami Kemensos dan BGN. Untuk ibu hamil, mekanismenya yang dikirimkan oleh Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN)," cetusnya.
Saifullah menegaskan, integrasi program MBG dengan perlindungan sosial diharapkan memperkuat pemenuhan gizi kelompok rentan. Hal ini sekaligus meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan berbasis data yang akurat dan berkeadilan, sebagaimana program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto.
Senada, Kepala BGN, Dadan Hindayana menyampaikan, pihaknya tengah mematangkan konsep penyaluran MBG untuk lansia dan disabilitas tersebut. "Sedang dimatangkan dengan Kemensos," kata Dadan.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang menyataka,n saat ini penyaluran MBG untuk lansia masih menjadi kewenangan Kemensos. Instansi tersebut, lanjutnya, selama ini juga telah memiliki pengalaman dengan program permakanan lansia.
"MBG untuk lansia itu yang menangani Kemensos," ucap Nanik.
Tinggalkan Komentar
Komentar