Periskop.id — Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Budisatrio Djiwandono menegaskan, besar-kecilnya sebuah organisasi bukan diukur dari banyaknya anggota, melainkan dari kualitas kader yang mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan ini disampaikan dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) sekaligus Retret Pengurus Nasional Karang Taruna di Eco Edu Forest, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/7).

"Sebuah organisasi kuat, organisasi yang besar, organisasi yang berdampak itu tidak ditentukan dengan jumlah atau kuantitas kader-kader, tetapi ditentukan oleh kualitas dari kader-kader di dalam organisasi itu sendiri," ujar Budisatrio dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (1/8).

Ia mengatakan Karang Taruna yang telah berdiri hampir 66 tahun harus terus memperkuat organisasi melalui kaderisasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, katanya, Karang Taruna terbuka bagi seluruh anak muda yang ingin mengabdi tanpa memandang latar belakang suku, agama, pandangan politik, maupun status sosial, karena yang dibutuhkan adalah semangat berkontribusi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, penguatan kualitas kader menjadi fokus kepengurusan saat ini melalui pembenahan organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyelenggaraan training of trainers yang diharapkan dapat melahirkan kader-kader penggerak di berbagai daerah. Ia turut menitipkan harapan besar kepada 107 pengurus nasional dan 18 pengurus Karang Taruna tingkat provinsi yang mengikuti retret tersebut.

"Kami berharap setelah kembali ke daerah, teman-teman membawa semangat baru dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat," ujar Budisatrio.

Modal Sosial 83 Ribu Kader di 16 Provinsi

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, Karang Taruna memiliki modal sosial besar untuk mendukung pembangunan kesejahteraan sosial, sehingga kualitas kader menjadi faktor penting dalam menggerakkan potensi tersebut. Saat ini, terdapat lebih dari 31 ribu tempat pengabdian Karang Taruna dengan sebaran meliputi 136 kabupaten/kota, lebih dari 1.600 kecamatan, hampir 29 ribu desa dan kelurahan, serta menjangkau 16 provinsi, dengan jumlah kader tercatat lebih dari 83 ribu orang.

"Ini adalah modal sosial yang luar biasa, aset bangsa, dan ini adalah tantangan untuk Pak Budi dan teman-teman sekalian," katanya.

Dari DTSEN hingga Kesiapsiagaan Bencana

Gus Ipul pun menitipkan lima fokus kerja kepada Karang Taruna, yakni membantu pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), mendampingi keluarga penerima manfaat agar semakin mandiri, memperkuat kesiapsiagaan bencana, mengembangkan kewirausahaan pemuda, serta mendampingi kelompok-kelompok rentan. Menurut dia, keberadaan Karang Taruna hingga tingkat desa menjadikannya mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan berbagai program sosial.

"Kami mengajak Karang Taruna turut berpartisipasi menyukseskan program-program Bapak Presiden Prabowo dalam rangka melayani kelompok-kelompok rentan, memperkuat data, dan ikut dalam program-program pemberdayaan di berbagai desa dan kelurahan di Indonesia," serunya.

Gus Ipul turut menjelaskan, strategi pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah tidak hanya melalui penyaluran bantuan sosial, tetapi juga melalui tiga pendekatan utama: menekan beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan melalui program pemberdayaan yang terintegrasi. Ia menilai Karang Taruna memiliki posisi strategis dalam upaya tersebut karena kedekatannya dengan masyarakat dan pemahamannya terhadap persoalan sosial di masing-masing wilayah.

Diwarnai Bakti Sosial dan Outbound

Retret yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 ini turut diisi dengan agenda penguatan kapasitas organisasi, outbound untuk mempererat soliditas antarpengurus, hingga kegiatan bakti sosial. Berdasarkan catatan detikNews, PNKT menyalurkan 285 paket perlengkapan sekolah berupa buku, alat tulis, dan tas kepada seluruh siswa SDN Karang Tengah 05, Kecamatan Babakan Madang, mulai dari kelas I hingga kelas VI, serta mendistribusikan satu tangki air bersih dan air minum dalam kemasan kepada warga Desa Karang Tengah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.

Ketua Panitia retret Agus Maimun menyampaikan, kegiatan ini dirancang untuk menyamakan langkah dan arah gerak seluruh pengurus Karang Taruna dari tingkat pusat hingga daerah. Dengan begitu, organisasi dapat bergerak lebih solid dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat ke depan.