iklan periskop
Nasional

Demi Bansos Tepat Sasaran, Kemensos Aktifkan Lagi Puskesos Desa

Sebelumnya terdapat sekitar 8.000 Puskesos yang aktif di seluruh Indonesia. Namun jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 800 unit, akibat kurangnya penguatan dan perhatian dalam...

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
penyaluran bansos dari kemensos
Mensos Saifullah Yusuf (kiri) bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Yandri memberikan keterangan terkait upaya pemerintah meningkatkan akurasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk layanan sosial hingga ke tingkat desa di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta, Senin (9/2/2026) Antara/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Sosial mengaktifkan kembali Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat desa dan kelurahan, untuk memperkuat pemutakhiran data. Tujuannya, memastikan penyaluran segenap bantuan sosial lebih tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Senin (9/2), mengatakan, pengaktifan kembali Puskesos merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 dan Instruksi Presiden Nomor 8 yang menekankan pentingnya penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang akurat dan berbasis bukti lapangan.

"Puskesos berperan penting sebagai ujung tombak layanan sosial di desa, karena mampu merespons langsung berbagai persoalan kesejahteraan masyarakat, mulai dari pendataan hingga rujukan bantuan sosial," tuturnya. 

Kementerian Sosial mencatat, sebelumnya terdapat sekitar 8.000 Puskesos yang aktif di seluruh Indonesia. Namun jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 800 unit, akibat kurangnya penguatan dan perhatian dalam beberapa tahun terakhir.

Pengaktifan kembali Puskesos dilakukan secara bertahap melalui skema uji coba atau piloting di daerah yang dinilai memiliki kesiapan infrastruktur pendukung. Seperti sumber daya manusia, pusat data, serta pengalaman pemutakhiran data sebelumnya.

Sementara itu, Kementerian Sosial bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyiapkan skema uji coba penguatan Puskesos yang dilaksanakan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Termasuk Banten, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah, sebelum diperluas ke daerah lain di luar Jawa.

"Kami bersama Kementerian Desa, dan pemerintah daerah juga memperkuat mekanisme pemutakhiran DTSEN melalui jalur formal, seperti RT dan RW, musyawarah desa, dinas sosial, pendamping PKH, pendamping desa, hingga pemerintah daerah," kata Saifullah.

Dia menambahkan, kementerian sosial juga membuka jalur partisipasi masyarakat melalui berbagai kanal pelaporan. Antara lain aplikasi Cek Bansos, call center 021-121, serta layanan pesan singkat dan WhatsApp center, guna memastikan data sosial ekonomi masyarakat terus diperbarui.

Kemensos optimistis, dengan skema yang sudah tersusun bersama itu Puskesos kembali berfungsi sebagai pusat layanan kesejahteraan sosial terpadu di tingkat desa. Denga begitu, program bantuan sosial dapat disalurkan secara lebih adil, akurat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Secepat-cepatnya kita realisasikan ini," kata dia menegaskan.

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), DTSN, Bantuan sosial (bansos), dan puskesos dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.