Muzani: Koperasi Perkuat Posisi Tawar Petani dan Nelayan
Ketua MPR Ahmad Muzani menyoroti koperasi desa dan kelurahan merah putih sebagai instrumen demokrasi ekonomi berbasis Pasal 33 UUD 1945.

Periskop.id - Ketua MPR Ahmad Muzani menyoroti program koperasi desa merah putih dan koperasi kelurahan merah putih dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026. Koperasi tersebut disebutnya sebagai sarana menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi.
Muzani mengaitkan program ini dengan amanat konstitusi soal prinsip dasar perekonomian nasional. Ia menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar bebas.
"Konstitusi kita menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan," kata Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, menjelang peringatan HUT RI ke-81.
Ia menerangkan, amanat tersebut menunjukkan persaingan bebas tanpa kontrol hanya akan membuat pihak kuat semakin dominan. Sebaliknya, pihak lemah dinilai akan semakin tersisih jika ekonomi diserahkan sepenuhnya ke mekanisme pasar.
Koperasi, menurut Muzani, hadir sebagai jawaban atas persoalan tersebut dengan manfaat yang menyentuh langsung kelompok ekonomi rentan. Ia merinci sejumlah kelompok yang diuntungkan dari skema koperasi yang dikelola secara profesional.
"Melalui koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan dapat memperoleh akses pasarnya, pelaku usaha mikro dapat berkembang, distribusi kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat," papar Muzani.
Bagi Muzani, koperasi tidak sekadar berstatus sebagai badan usaha biasa. Ia menegaskan koperasi merupakan representasi dari semangat kolektif untuk maju bersama seluruh anggotanya.
"Koperasi bukan sekedar badan usaha. Koperasi adalah semangat untuk maju bersama," tegas Muzani menutup penjelasannya soal koperasi.
Ukuran keberhasilan koperasi, lanjutnya, tidak bisa dilihat dari sisi kelembagaan semata. Muzani menyebut keberhasilan itu tercermin dari tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola, hingga bertambahnya kemandirian masyarakat.
Program koperasi ini disampaikan Muzani berdampingan dengan pembahasan program Makan Bergizi Gratis dalam pidatonya. Keduanya ditempatkan dalam kerangka besar yang sama, yakni upaya pemerataan pembangunan yang tidak meninggalkan kelompok rentan.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 digelar menjelang peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus. Selain koperasi dan MBG, pidato tersebut turut membahas sejumlah isu strategis lain mulai dari penguatan Pancasila hingga pengelolaan sumber daya alam.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai ahmad muzani, MPR RI, dan Sidang Tahunan MPR dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.