Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026 via SSCASN BKN
Lulusan SMA/SMK sederajat bisa mendaftar sekolah kedinasan 2026 mulai 18 Agustus lewat SSCASN. Ada 4.770 formasi di sembilan kementerian dan lembaga.

Periskop.id - Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi membuka pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 mulai Selasa, 18 Agustus 2026. Pendaftaran berlangsung hingga 30 Agustus 2026 secara online lewat portal SSCASN.
Tahun ini pemerintah menyiapkan 4.770 formasi yang tersebar di sembilan kementerian dan lembaga penyelenggara sekolah kedinasan. Lulusan SMA, SMK, dan sederajat bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meniti karier di instansi pemerintah.
Rangkaian seleksi dimulai dari pendaftaran dan seleksi administrasi pada 18 Agustus hingga 1 September 2026. Hasilnya akan diumumkan pada 2-3 September 2026, disusul masa sanggah bagi peserta yang keberatan pada 4-5 September 2026.
Jawaban atas sanggahan tersebut bakal diberikan pada 4-6 September, sementara hasil pascasanggah baru diumumkan pada 7-8 September 2026. Peserta yang lolos tahap ini kemudian melangkah ke Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
SKD memakai sistem Computer Assisted Test (CAT) milik BKN dan dijadwalkan berlangsung pada 22 September sampai 7 Oktober 2026. Pengumuman hasilnya dilakukan bertahap pada 1-13 Oktober 2026.
Peserta yang lolos SKD masih harus mengikuti seleksi lanjutan non-CAT pada 11-28 Oktober 2026. Pengumuman kelulusan akhir calon peserta didik baru keluar pada rentang 21 Oktober hingga 1 November 2026.
Sembilan instansi yang membuka penerimaan tahun ini meliputi PKN STAN di bawah Kementerian Keuangan, IPDN di bawah Kementerian Dalam Negeri, dan sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan. Ada pula Poltekimipas di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Poltekpin di bawah Kementerian Hukum, Politeknik Statistika STIS di bawah BPS, STIN di bawah BIN, Politeknik SSN di bawah BSSN, serta STMKG di bawah BMKG.
Poltekpin menjadi sorotan karena kembali membuka penerimaan pada 2026 setelah sempat vakum tanpa mahasiswa baru pada 2025. Kementerian Hukum menghidupkan lagi jalur masuk ke sekolah kedinasan tersebut tahun ini.
Total 4.770 formasi tahun ini naik dibanding alokasi 2025 yang hanya berkisar 3.257 formasi. Kementerian Hukum bahkan menyediakan 200 kursi khusus lewat jalur afirmasi bagi calon mahasiswa asal Papua, yang kuotanya akan dibagi ke sejumlah provinsi di Tanah Papua.
Rincian kuota tiap sekolah kedinasan berbeda-beda dan perlu dicek langsung lewat pengumuman resmi instansi atau portal SSCASN. Persyaratan dan kebutuhan formasi di setiap kampus juga tidak sama.
Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online melalui portal SSCASN BKN. Calon peserta wajib membuat akun, mengisi data sesuai dokumen kependudukan, memilih sekolah kedinasan yang dituju, lalu mengunggah dokumen sesuai ketentuan yang berlaku.
Setiap calon peserta perlu memastikan pilihan sekolahnya sudah sesuai dengan syarat pendidikan, usia, kesehatan, dan ketentuan lain yang ditetapkan instansi. Keterlambatan mengisi data atau mengunggah dokumen bisa membuat peserta gugur dari proses seleksi.
Kelulusan seleksi administrasi bukan jaminan diterima. Peserta yang lolos administrasi masih harus melewati SKD dan seleksi lanjutan yang bentuknya berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing kementerian atau lembaga.
Ketentuan penerimaan sekolah kedinasan tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan. Calon peserta disarankan segera memeriksa persyaratan sekolah tujuan dan memastikan seluruh data yang diinput sudah benar sebelum batas akhir pendaftaran pada 30 Agustus 2026.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Kepegawaian Negara (BKN), SSCASN BKN, dan lowongan kerja dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.