Periskop.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini menulis surat terbuka untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN) se-Indonesia. Surat itu berisi apresiasi atas kinerja ASN sekaligus pesan agar mereka tetap menjaga integritas dalam melayani masyarakat.
Ia berpesan agar ASN terus menguatkan semangat pengabdian dan tetap melayani masyarakat, meski tidak semua orang melihat kerja keras mereka sehari-hari.
"Untuk seluruh ASN yang saya cintai dan banggakan. Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh ASN yang setiap hari terus bekerja melayani masyarakat," tulis Rini dalam unggahan di akun Instagram resmi @menpanrb, Sabtu (18/7).
Dalam surat itu, Rini juga menyinggung beban kerja ASN yang tidak selalu mudah. Ada yang bertugas dengan keterbatasan, ada pula yang menghadapi ekspektasi tinggi dari masyarakat, namun tetap dituntut melayani dengan senyum.
"Teruslah menjaga integritas, menguatkan semangat pengabdian dan menjadi kebanggaan Indonesia," ujar Rini.
Ia menambahkan, kerja ASN tidak selalu mendapat sorotan publik, tapi hasilnya nyata dalam wujud pelayanan pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur. Rini menyebut hal itu sebagai bukti negara hadir lewat tangan-tangan aparatur.
Surat ini diunggah usai kritik dari parlemen soal kinerja ASN. Kritik tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dalam rapat kerja bersama KemenPAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan sejumlah pihak lain di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).
Rifqinizamy meminta agar indikator kinerja atau key performance indicator (KPI) ASN ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas hasil kerja mereka, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
"Kita ke depan mungkin, Ibu MenPAN-RB dan Bapak Ibu sekalian yang hadir di ruangan ini, perlu meningkatkan sedikit KPI kepada seluruh birokrasi kita, ASN kita," ujar Rifqinizamy.
Politikus Partai NasDem itu turut menyoroti minimnya daya saing ASN dibandingkan pegawai swasta. Ia menilai digitalisasi yang sudah berjalan belum berhasil mengubah performa dan mentalitas kerja aparatur.
"Ekosistem digitalnya belum berubah, mentalitas sumber daya manusianya nggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi," sebutnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar