Pemprov Kaltim Gelar Shalat Istisqa Minta Hujan Turun
Kemarau panjang bikin sejumlah wilayah Kaltim krisis air bersih. Pemprov bersama ASN dan warga pun menggelar shalat istisqa di Samarinda.

Periskop.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Aparatur Sipil Negara dan masyarakat menggelar shalat istisqa di Masjid Nurul Mu'minin, Samarinda, Jumat. Kegiatan ini jadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang memicu krisis air bersih.
Staf Ahli Gubernur Bidang III Pemprov Kaltim Puguh Harjanto menyebutkan, shalat bersama ini diharapkan mempercepat doa masyarakat agar hujan segera turun dengan kadar yang cukup dan membawa keberkahan bagi lingkungan.
"Shalat Istisqa ini menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan doa agar segera turun hujan yang cukup dan membawa keberkahan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," kata Puguh Harjanto dalam kegiatan shalat istisqa di Masjid Nurul Mu'minin, Samarinda, Jumat (21/8).
Kemarau yang berlangsung saat ini, menurut Puguh, sudah berdampak langsung ke masyarakat. Ketersediaan air bersih jadi terbatas, sementara sejumlah lahan produktif ikut mengering.
Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Berbagai upaya teknis di lapangan pun terus dijalankan untuk mengantisipasi dan menangani dampak kekeringan, meski menurutnya sinergi antara langkah fisik dan ikhtiar spiritual tetap dibutuhkan.
"Selain upaya keduniawian, terdapat ikhtiar penting lainnya yang perlu dilakukan bersama, yakni bermuhasabah, memperbaiki diri, memperbanyak doa," ujar Puguh.
Puguh berharap hujan yang turun nanti tak cuma menuntaskan kekeringan dan kebutuhan air domestik warga. Sektor pertanian, pengisian ulang sumber air, hingga keseimbangan lingkungan turut jadi harapannya.
Meski begitu, ia mengingatkan warga agar berdoa hujan yang datang membawa rahmat, bukan hujan ekstrem yang justru berpotensi memicu bencana baru seperti banjir.
Selain bermunajat, Puguh mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan. Ia meminta warga bijak dan hemat memakai air, serta lebih peduli terhadap tetangga yang terdampak krisis air bersih.
"Semoga kesulitan yang kita alami bisa segera teratasi dengan kecukupan air, dan menjaga Kalimantan Timur dari kekeringan dan kebakaran, serta menjaga keselamatan seluruh masyarakat," ucap Puguh.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.