Periskop.id - Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji melepas tukik (anak penyu) di Pantai Pulau Derawan, Kamis (2/7), bersama Wakil Bupati Berau Gamalis dan sejumlah pihak terkait. Momen itu sekaligus menegaskan dorongannya agar seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kelangsungan hidup penyu demi menopang pariwisata Kepulauan Derawan.
Menurut Seno Aji, penyu merupakan daya tarik yang bisa memperkuat posisi Kepulauan Derawan sebagai destinasi unggulan. Ia menekankan perlunya konservasi aktif agar potensi itu tidak tergerus.
"Wisata di Kepulauan Derawan sudah unggul karena didukung infrastruktur dan alam yang indah, sehingga tinggal menambah daya tarik lain yang memikat seperti pelestarian penyu untuk meningkatkan pengunjung," ujar Seno Aji dalam keterangan di Samarinda, Rabu (6/7).
Angka kunjungan ke Berau memang terus menanjak. Sepanjang 2025, Kabupaten Berau didatangi 782.266 wisatawan, naik 40% dibanding 2024 yang tercatat 557.214 kunjungan.
Khusus Pulau Derawan, sekitar 92.000 wisatawan domestik maupun mancanegara masuk selama 2025. Kunjungan juga mengalir deras saat libur Idul Fitri 2026 pada 20-29 Maret, dengan total 8.054 orang memasuki pulau itu melalui dua jalur: 7.364 orang via Dermaga Sidayang Tanjung Batu dan 690 orang via Dermaga Sanggam Tanjung Redeb.
Tren positif berlanjut pada awal tahun ini. Dalam periode Januari hingga April 2026, Berau menerima 201.852 kunjungan, dengan sebagian besar wisatawan menyasar destinasi bahari seperti Pulau Derawan dan Maratua.
Pelepasan tukik itu disebut sebagai simbol komitmen bersama menjaga ekosistem laut. Seno Aji turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Berau dan warga Pulau Derawan yang konsisten merawat habitat penyu serta kelestarian kawasan pesisir.
"Meski Berau banyak memiliki wisata unggulan kepulauan seperti Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua, namun pengembangan harus terus dilakukan, termasuk pelayanan harus diutamakan, kemudian pelestarian lingkungan juga menjadi keharusan agar tercipta ekosistem pariwisata berkelanjutan," katanya.
Ia menegaskan pengembangan wisata tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Perlindungan ekosistem laut dan konservasi habitat penyu disebutnya sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi pariwisata daerah.
"Keberhasilan pengembangan sektor pariwisata harus berjalan seiring dengan upaya konservasi lingkungan. Terlebih, sektor pariwisata menjadi salah satu alternatif penggerak ekonomi daerah, terutama bagi Kabupaten Berau," pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar