Nasional

BPS Catat Okupansi Hotel Bintang Sentuh Angka 54,55% Pada Juli 2026

BPS mencatat okupansi hotel bintang Juli 2026 naik jadi 54,55% berkat mobilitas wisatawan domestik dan event regional di sejumlah provinsi.

8 jam yang lalu · 2 mnt baca
hotel
Ilustrasi kamar hotel. (Pexels)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang Juli 2026 menyentuh angka 54,55%.

Capaian tersebut tumbuh 0,26 poin persentase dari Juni 2026 dan melonjak 1,75 poin persentase dibanding Juli 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyatakan pergerakan wisatawan domestik menjadi pendorong utama lonjakan okupansi ini.

Menurutnya, permintaan akomodasi meningkat drastis seiring agenda liburan dan deretan kegiatan di berbagai daerah.

"Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya mobilitas wisatawan domestik dan juga adanya permintaan akomodasi selama libur sekolah serta beberapa event lokal dan asing yang dilakukan pada Juli 2026," kata Ateng dalam rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Selasa (1/9).

Ateng menjelaskan agenda pariwisata tersebut tersebar luas di beberapa wilayah seperti Sulawesi Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali, hingga Jawa Tengah. Penyebaran acara ini dinilai sukses mendongkrak tingkat hunian secara signifikan.

BPS mencatat Provinsi Bali menempati posisi puncak okupansi hotel bintang nasional pada Juli 2026 dengan raihan 67,29%. Wilayah Banten menyusul di posisi kedua sebesar 58,89%, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengantongi 58,51%.

"TPK hotel klasifikasi bintang tertinggi di Provinsi Bali, yakni sebesar 67,29%, menyusul Banten 58,89% dan juga Daerah Istimewa Yogyakarta dengan TPK mencapai 58,51%," tutup Ateng.

Secara bersamaan, angka TPK terendah dilaporkan terjadi di wilayah Papua Pegunungan yang hanya menyentuh 18,33%. Maluku dan Aceh juga mencatatkan angka terendah masing-masing sebesar 27,18% serta 29,04%.

Pergerakan TPK hotel bintang antarwilayah tercatat bergerak variatif jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. BPS mengonfirmasi sebanyak 14 provinsi berhasil mencatatkan peningkatan okupansi sepanjang Juli 2026.

Sebaliknya, penurunan kinerja okupansi justru terdeteksi pada 24 provinsi lainnya di Indonesia. Tren penurunan ini dinilai menggambarkan dinamika pasar pariwisata daerah yang belum merata sepenuhnya.

Catatan pergerakan industri akomodasi ini menjadi indikator penting dalam mengukur denyut pemulihan pariwisata nasional. Data BPS tersebut menegaskan peran vital libur sekolah dan event kedaerahan dalam menopang bisnis perhotelan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Pusat Statistik (BPS) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.