Gegara Program MBG, Daging Ayam Ras Jadi Penyumbang Utama Inflasi
BPS mencatat daging ayam ras penyumbang utama inflasi Agustus 2026. Kenaikan permintaan dipicu Program MBG dan peringatan HUT RI.

Periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan komoditas daging ayam ras menjadi pendorong utama lonjakan inflasi pada Agustus 2026.
Salah satu pemicu kenaikan harga tersebut berasal dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengonfirmasi adanya lonjakan permintaan daging ayam ras sepanjang Agustus 2026.
“Ada peningkatan permintaan daging ayam ras pada Agustus 2026,” ungkap Ateng di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (1/9).
Ateng menjelaskan, peningkatan permintaan daging ayam ras antara lain dipengaruhi rangkaian peringatan Maulid Nabi, momentum HUT Kemerdekaan RI, serta kembali berjalannya program MBG setelah berakhirnya periode libur sekolah.
Ia menjelaskan, BPS mencatat inflasi bulanan sebesar 0,21% pada Agustus 2026. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,14%.
Ateng menambahkan, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan kenaikan mencapai 0,57%. Sektor ini menyumbangkan andil inflasi keseluruhan sebesar 0,17%.
Ia menilai komoditas daging ayam ras memberikan dampak paling dominan terhadap lonjakan di sektor pangan tersebut.
"Adapun komoditas yang dominan mendorong kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau terutama daging ayam ras dengan andil inflasi 0,17%," ungkap Ateng.
Secara tahunan, ia memaparkan inflasi Indonesia menyentuh angka 3,19% pada Agustus 2026. Laju ini tercatat menguat dari inflasi bulan sebelumnya yang berada di level 2,88%.
Menurut data BPS, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau kembali menjadi pendorong utama inflasi tahunan dengan lonjakan 3,86%. Kelompok pengeluaran ini memberikan andil sebesar 1,13% terhadap total inflasi tahunan.
Ia merinci sejumlah komoditas lain yang turut mendongkrak inflasi pangan, seperti ikan segar, minyak goreng, beras, cabai rawit, daging sapi, dan cabai merah.
Selain itu, produk tembakau seperti sigaret kretek mesin (SKM), sigaret kretek tangan (SKT), serta sigaret putih mesin (SPM) tercatat memberikan sumbangan signifikan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai inflasi, Badan Pusat Statistik (BPS), dan MBG dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.