iklan periskop
Pasar Modal

IHSG Jumat Berpeluang Naik, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

Analis memproyeksikan IHSG masih punya ruang menguat pada perdagangan Jumat, dengan sejumlah saham seperti BRPT, BUMI, dan SSIA jadi pilihan.

4 hari yang lalu · 2 mnt baca
IHSG, Saham, IDX, Stock, Bursa Efek Indonesia (BEI)
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/11/2025). Foto oleh Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (21/8). Sejumlah analis merekomendasikan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), hingga PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) untuk dicermati investor.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyebutkan IHSG berpeluang memperpanjang wave iv hingga level 6.666. Syaratnya, indeks harus mampu menembus resistance Fibonacci di level 6.545, sementara tren kenaikan disebut bisa berakhir lebih cepat jika level tersebut belum tertembus.

"Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish," tulis Ivan dalam risetnya, Jumat (21/8).

Ivan memaparkan level support IHSG berada di 6.338, 6.230, 6.057, dan 5.887. Sementara level resistance berada di 6.545, 6.700, dan 6.835.

Support merupakan area harga yang diyakini jadi titik terendah pada satu waktu tertentu. Saat harga menyentuh area ini, biasanya terjadi peningkatan pembelian yang mendorong harga kembali naik.

Sebaliknya, resistance adalah level harga yang dinilai sebagai titik tertinggi. Begitu level ini tersentuh, aksi jual biasanya meningkat sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan lima saham. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) ditarget ke Rp1.770, PT Astra International Tbk (ASII) ditarget ke Rp4.920, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ditarget ke Rp1.900, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ditarget ke level 600, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ditarget ke Rp5.400.

Proyeksi serupa datang dari tim riset BRI Danareksa. Indeks masih berpeluang menguat dengan support di 6.440 dan resistance pada rentang 6.515 hingga 6.550.

Level 6.440 dinilai jadi area krusial untuk menjaga struktur bullish indeks. Meski begitu, tim riset BRI Danareksa mengingatkan investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung menyusul penguatan signifikan yang sudah terjadi.

Sentimen dari pasar global turut menopang proyeksi ini. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 7 basis poin ke 4,64%, sementara indeks dolar AS (DXY) melemah 0,9% ke level 98,8 setelah Departemen Keuangan AS memperbesar pembelian kembali obligasi tenor panjang menjadi minimal US$4 miliar per operasi.

Kondisi tersebut dinilai membuka ruang bagi aset berisiko dan pasar negara berkembang. Namun, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) masih menunjukkan adanya risiko kenaikan suku bunga ke depan.

Di sisi lain, harga minyak Brent naik ke sekitar US$93,7 per barel seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Rupiah yang menguat 2,4% dari level terlemahnya di Rp18.190 per dolar AS turut menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG.

Dengan proyeksi tersebut, tim riset BRI Danareksa merekomendasikan tiga saham untuk dicermati, yakni PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Ivan Rosanova, Binaartha Sekuritas, BRI Danareksa, Prediksi IHSG, ihsg hari ini, dan rekomendasi saham dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.