IHSG Rawan Terkoreksi, Saham-saham Ini Menarik Dicermati
IHSG diproyeksikan rawan terkoreksi awal pekan ini, namun analis tetap menjagokan sejumlah saham seperti INCO, TLKM, BBTN, dan PTRO.

Periskop.id - IHSG diproyeksikan rawan terkoreksi pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (24/8). Meski begitu, sejumlah analis tetap merekomendasikan saham pilihan, termasuk PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, secara teknikal indeks menguat 1,93% dalam sepekan dan berhasil ditutup di atas moving average (MA) 20. Ia memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c).
"Untuk target berikutnya berada di 6.628-6.666 sekaligus menguji area gap," tulis Herditya dalam risetnya, Senin (24/8).
MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG di kisaran 6.373-6.272, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.599-6.705. Support merupakan area harga yang diyakini sebagai titik terendah, dan saat disentuh biasanya harga kembali naik karena daya beli meningkat.
Sebaliknya, resistance menjadi tingkat harga yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah level ini tersentuh, biasanya muncul aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
Untuk PT Vale Indonesia Tbk (INCO), MNC Sekuritas merekomendasikan beli saat harga melemah, dengan akumulasi di rentang Rp4.720-Rp5.100. Target harganya dipatok Rp5.700-Rp6.000, sementara level stoploss ditetapkan di bawah Rp4.620.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga direkomendasikan trading buy pada area Rp2.580-Rp2.610. Target harganya berada di Rp2.740-Rp2.840, dengan stoploss di bawah Rp2.570.
Berbeda dari MNC Sekuritas, Phintraco Sekuritas menyodorkan pilihan saham lain, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
Phintraco menyoroti IHSG yang secara teknikal ditutup di atas MA100 dan berpotensi menguji level resistance 6.630 sekaligus menutup gap di 6.705. Menurut analis, pergerakan indeks turut mendukung penguatan rupiah dan optimisme terhadap prospek perekonomian.
Kendati demikian, investor diminta mewaspadai sentimen negatif jangka pendek terhadap saham-saham yang keluar dari rebalancing FTSE Global Equity Index.
Dari sisi eksternal, Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (21/8) meski melemah secara mingguan, dengan penguatan ditopang saham sektor keuangan, kesehatan, dan bahan baku. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 4,736%, sedangkan tenor 30 tahun naik ke 5,273%.
Harga emas spot menguat 2,3% menjadi US$4.619 per troy ounce, sementara minyak Brent stabil di kisaran US$94 per barel. Investor, menurut analis Phintraco Sekuritas, akan mencermati Simposium Jackson Hole untuk membaca arah kebijakan moneter The Fed serta respons pasar terhadap kenaikan imbal hasil Treasury.
Pasar turut menantikan rilis data indeks PCE, pesanan barang tahan lama, dan revisi tahunan data nonfarm payrolls.
"Selain itu, investor akan mencermati laporan keuangan Nvidia yang menjadi tolok ukur kinerja perusahaan sektor AI di tengah belanja infrastruktur yang dianggap berlebihan," tulis Phintraco Sekuritas.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas, Phintraco Sekuritas, ihsg hari ini, Prediksi IHSG, dan rekomendasi saham dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.